INDOZONE.ID - Presiden FIFA, Gianni Infantino, angkat bicara mengenai permasalahan harga tiket Piala Dunia 2026 yang dinilai mahal oleh sejumlah penggemar.
Infantino menegaskan, harga tiket yang dipatok FIFA sejalan dengan tingginya permintaan, serta potensi pendapatan besar yang akan dikembalikan untuk pengembangan sepak bola.
Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko memang sejak awal menyita perhatian publik.
Turnamen ini menjadi edisi pertama yang diikuti 48 tim, dan digelar di tiga negara sekaligus, sehingga antusiasme penggemar meningkat drastis.
Baca juga: Meski Dikritik Karena Mahal, Permintaan Tiket Piala Dunia 2026 Tembus Lima Juta dalam Sehari
Harga Tiket Piala Dunia 2026 Tuai Kritik
Sejumlah kelompok suporter sebelumnya melayangkan kritik terhadap harga tiket Piala Dunia 2026.
Mereka menilai, banderol tiket jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan harga tiket pertandingan serupa pada Piala Dunia 2022.
Menanggapi kritikan tersebut, FIFA membuat keputusan dengan menghadirkan kategori tiket baru yang lebih terjangkau.
Baca juga: Dikritik soal Harga Mahal, FIFA Akhirnya Rilis Tiket Rp990 Ribu untuk Piala Dunia 2026
Tiket ini dijual mulai dari 60 dolar AS atau sekitar Rp990 ribu, dan ditujukan bagi pendukung tim nasional yang berhasil lolos ke putaran final.
Kebijakan ini diharapkan dapat membuka akses lebih luas bagi penggemar, untuk menyaksikan langsung pertandingan Piala Dunia 2026.
Permintaan Tiket Tembus 150 Juta
Infantino mengungkapkan, permintaan tiket Piala Dunia 2026 berada pada level yang sangat tinggi.
Dalam waktu 15 hari, FIFA menerima sekitar 150 juta permintaan tiket, atau rata-rata mencapai 10 juta permintaan per hari.
Angka tersebut sangat kontras dengan jumlah tiket yang tersedia, yakni hanya sekitar enam hingga tujuh juta lembar.
“Ini menunjukkan betapa kuatnya daya tarik Piala Dunia,” kata Infantino.
Ia juga membandingkan lonjakan permintaan tersebut, dengan catatan historis turnamen. Dalam hampir 100 tahun penyelenggaraan Piala Dunia, FIFA secara total menjual sekitar 44 juta tiket.
Menurut Infantino, jumlah permintaan yang masuk dalam dua pekan terakhir setara dengan kapasitas ratusan edisi Piala Dunia.
Negara dengan Permintaan Tiket Terbanyak
Lebih lanjut, Infantino menyebutkan, permintaan tiket terbanyak datang dari Amerika Serikat, diikuti oleh Jerman dan Inggris.
Hal ini mencerminkan, besarnya pasar sepak bola di negara-negara tersebut, khususnya menjelang Piala Dunia 2026.
Infantino menegaskan, pendapatan dari penjualan tiket tidak hanya menjadi keuntungan komersial semata.
Dana tersebut akan dialokasikan kembali untuk mendukung perkembangan sepak bola di berbagai belahan dunia.
“Pendapatan ini akan kembali ke sepak bola secara global. Tanpa FIFA, sepak bola tidak akan berkembang di 150 negara," kata Infantino.
"Sepak bola hidup dan terus tumbuh berkat pendapatan Piala Dunia yang kami investasikan kembali,” lanjutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Inside FIFA