Amankan Perempat Final AFCON 2025, Mali Permalukan Tunisia Lewat Drama Adu Penalti dengan 10 Pemain!
INDOZONE.ID - Piala Afrika atau AFCON 2025 kembali menyajikan drama sepak bola kelas dunia yang menguras emosi.
Kali ini, sorotan tertuju pada Timnas Mali yang berhasil mematahkan segala prediksi dan kemustahilan.
Bermain dengan sepuluh orang hampir sepanjang pertandingan, tim berjuluk The Eagles sukses menyingkirkan Tunisia melalui drama adu penalti yang menegangkan dengan skor 3-2.
Kemenangan tersebut memastikan tiket mereka ke babak perempat final, sementara Tunisia harus angkat koper lebih awal dan gagal menembus delapan besar untuk kedua kalinya dalam enam edisi terakhir.
Baca juga: Maroko Ditahan Imbang Mali, Rekor Kemenangan Terhenti di Piala Afrika 2025
Kartu Merah dan Tensi Tinggi Sejak Menit Awal
Pertandingan babak 16 besar yang digelar dini hari tadi berlangsung panas sejak peluit pertama dibunyikan.
Wasit Abongile Tom dipaksa bekerja ekstra keras menghadapi disiplin pemain yang buruk dari kedua kubu.
Hanya dalam 25 menit pertama, empat kartu kuning sudah melayang dari saku wasit.
Puncak ketegangan terjadi ketika Woyo Coulibaly melakukan pelanggaran keras dengan mengangkat kaki terlalu tinggi terhadap Hannibal Mejbri.
Tanpa ampun, wasit langsung mencabut kartu merah untuk pemain pinjaman Leicester City tersebut.
Insiden ini menambah catatan kelam Mali sebagai tim dengan koleksi kartu merah terbanyak, yakni empat kali dalam tiga edisi AFCON terakhir.
Unggul jumlah pemain membuat Tunisia leluasa mengendalikan penguasaan bola.
Namun, dominasi bola tidak serta-merta membuat serangan mereka tajam.
Hingga turun minum, kiper Mali, Djigui Diarra, praktis tidak mendapatkan ancaman berarti.
Situasi serupa berlanjut di babak kedua. Mali justru mulai terlihat berbahaya lewat serangan balik cepat saat Dorgeles Nene masuk ke lapangan dan memberikan energi baru di lini depan.
Kejutan di Penghujung Waktu Normal
Ketegangan memuncak menjelang akhir waktu normal. Tunisia akhirnya memecah kebuntuan hanya satu menit sebelum laga usai.
Sebuah umpan silang manis dari Elias Saad berhasil menemukan Firas Chaouat yang berdiri bebas tanpa kawalan.
Tandukan Chaouat ke sudut bawah gawang tak mampu dihalau Diarra, membuat pendukung Tunisia bersorak karena merasa kemenangan sudah di depan mata.
Namun, sepak bola selalu punya skenario kejutan.
Hanya beberapa saat sebelum peluit panjang, Mali mendapatkan hadiah penalti setelah Yassine Meriah melakukan handball di kotak terlarang.
Lassine Sinayoko yang maju sebagai eksekutor dengan dingin menaklukkan kiper Aymen Dahmen, memaksakan hasil imbang dan menyeret pertandingan ke babak perpanjangan waktu.
Hujan yang mulai turun di stadion menambah dramatis suasana perpanjangan waktu, di mana gol Tunisia sempat dianulir karena offside, menjaga asa Mali tetap hidup hingga babak adu tos-tosan.
Baca juga: Drama Hidup-Mati di Nashville: LAFC Takluk dari Raksasa Tunisia di Hadapan Publik Sendiri
Djigui Diarra, Sang Pahlawan Adu Penalti
Momen penentuan pun tiba lewat adu penalti pertama di gelaran AFCON 2025 ini.
Ketegangan memuncak saat kedua tim saling berbalas gol dan kegagalan dalam empat penendang pertama.
Di sinilah mental juara Mali berbicara.
Djigui Diarra, kiper Mali yang berkarier di Young Africans (Liga Tanzania), tampil sebagai pahlawan mutlak dengan melakukan penyelamatan gemilang, termasuk penyelamatan keduanya dalam drama adu penalti tersebut untuk menggagalkan eksekusi Mohamed Ali Ben Romdhane.
El Bilal Touré kemudian maju sebagai penentu dan sukses menyarangkan bola ke gawang, mengirim Mali ke babak delapan besar untuk menantang raksasa Senegal, yang baru saja menghajar Sudan 3-1 di laga sebelumnya.
Bagi Tunisia, kekalahan ini memang menyakitkan, namun tidak seburuk kegagalan fase grup dua tahun lalu.
Setidaknya, mereka kini bisa fokus penuh mempersiapkan diri menuju panggung yang lebih besar, yakni Piala Dunia FIFA 2026 mendatang.
Sementara bagi Mali, kemenangan dengan sepuluh pemain ini menjadi bukti bahwa semangat juang bisa mengalahkan segala keterbatasan di lapangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Flashscore.com