INDOZONE.ID - Real Madrid sukses mengamankan tiga poin penting saat menjamu Levante di Stadion Santiago Bernabeu.
Laga yang berlangsung kemarin itu berakhir dengan skor meyakinkan 2-0 untuk kemenangan Los Blancos.
Meski angka di papan skor terlihat sederhana, jalannya pertandingan justru menunjukkan dominasi penuh Real Madrid sejak menit awal hingga peluit panjang dibunyikan.
Dukungan penuh suporter di Bernabeu seolah menjadi bahan bakar tambahan bagi skuad asuhan Alvaro Arbeloa.
Madrid tampil agresif, menguasai permainan, dan nyaris tidak memberi ruang bagi Levante untuk mengembangkan permainan. Statistik pertandingan pun memperlihatkan betapa timpangnya laga ini.
Madrid Pegang Kendali Sejak Awal
Sejak kick-off, Real Madrid langsung mengambil inisiatif serangan. Aliran bola cepat dari kaki ke kaki membuat Levante lebih banyak bertahan di area sendiri.
Penguasaan bola Madrid mencapai 71 persen, jauh meninggalkan Levante yang hanya mencatatkan 29 persen.
Dominasi ini membuat Madrid leluasa membangun serangan dari berbagai sisi. Lini tengah bekerja rapi dalam mengatur tempo, sementara sektor sayap aktif menusuk pertahanan lawan.
Levante beberapa kali mencoba keluar dari tekanan, tetapi sering kali kehilangan bola sebelum masuk ke sepertiga akhir pertahanan Madrid.
Mbappe Pecah Kebuntuan Lewat Titik Putih
Gol pembuka Real Madrid akhirnya tercipta pada menit ke-58. Kylian Mbappe yang tampil agresif sepanjang laga sukses menjalankan tugasnya sebagai algojo penalti.
Eksekusi tenang ke arah yang berlawanan dengan kiper membuat Bernabeu bergemuruh.
Gol ini semakin meningkatkan kepercayaan diri Madrid. Setelah unggul satu gol, permainan Los Blancos terlihat semakin cair.
Mbappe sendiri terus menjadi ancaman lewat pergerakan cepat dan tusukan langsung ke jantung pertahanan Levante.
Asencio Pastikan Kemenangan
Keunggulan Madrid digandakan pada menit ke-65 lewat gol Raúl Asencio. Berawal dari tekanan beruntun di area pertahanan Levante, bola akhirnya berhasil dimaksimalkan menjadi gol kedua.
Gol ini seolah menjadi penegasan bahwa Madrid memang terlalu kuat untuk Levante di pertandingan ini.
Setelah gol kedua, Madrid sedikit menurunkan tempo, namun tetap memegang kendali penuh.
Levante mencoba melakukan perubahan strategi, tetapi sulit menembus rapatnya pertahanan tuan rumah.
Baca juga: 6 Fakta Real Madrid Tersingkir dari Laga Copa del Rey, Albacete Bikin Kejutan dengan Skor 3-2
Statistik Bicara, Madrid Terlalu Perkasa
Jika melihat statistik pertandingan, dominasi Real Madrid benar-benar terasa. Madrid melepaskan total 27 tembakan, dengan 12 di antaranya mengarah ke gawang.
Sebaliknya, Levante hanya mampu mencatatkan 7 tembakan dan tidak satu pun yang tepat sasaran.
Dari sisi distribusi bola, Madrid juga unggul jauh. Total 672 operan dilepaskan oleh para pemain Madrid dengan akurasi mencapai 92 persen.
Angka ini menunjukkan betapa rapi dan efektifnya permainan mereka. Levante hanya mampu mencatatkan 296 operan dengan akurasi 82 persen.
Statistik ini menegaskan bahwa Levante lebih banyak berlari tanpa bola, sementara Madrid nyaman mengontrol permainan.
Pertahanan Solid, Levante Tak Berkutik
Selain tajam di lini depan, Real Madrid juga tampil disiplin di lini belakang. Levante kesulitan menciptakan peluang bersih sepanjang pertandingan.
Setiap upaya serangan selalu kandas sebelum benar-benar membahayakan gawang Madrid.
Jumlah pelanggaran pun relatif seimbang. Madrid tercatat melakukan 12 pelanggaran, sementara Levante 10 pelanggaran.
Dari sisi kartu kuning, Madrid menerima 2 kartu, sedangkan Levante hanya 1 kartu. Hal ini menunjukkan pertandingan berjalan cukup terkendali meski Madrid tampil dominan.
Bernabeu Jadi Benteng Angker
Bermain di Santiago Bernabeu kembali menjadi keuntungan besar bagi Real Madrid. Dukungan suporter membuat para pemain tampil percaya diri dan penuh determinasi.
Setiap serangan Madrid selalu disambut sorakan, sementara Levante tampak tertekan sepanjang laga.
Kemenangan ini memperpanjang catatan positif Madrid saat bermain di kandang. Bernabeu sekali lagi membuktikan diri sebagai stadion yang sulit ditaklukkan oleh tim tamu.
Modal Penting untuk Laga Berikutnya
Hasil ini jelas menjadi modal berharga bagi Real Madrid untuk menatap pertandingan selanjutnya.
Performa solid di semua lini menunjukkan bahwa Madrid berada dalam kondisi yang cukup ideal.
Kylian Mbappe kembali membuktikan perannya sebagai pembeda, sementara kontribusi pemain lain seperti Raúl Asencio juga patut diapresiasi.
Bagi Levante, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi besar. Minimnya peluang dan ketidakmampuan keluar dari tekanan menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi, terutama saat menghadapi tim-tim besar.
Baca juga: 7 Fakta dan Alasan Xabi Alonso Mundur Jadi Pelatih Real Madrid, Ruang Ganti Jadi Sorotan Utama
Kemenangan 2-0 atas Levante menegaskan status Real Madrid sebagai tim yang sulit dihentikan, terutama saat bermain di kandang sendiri.
Dengan penguasaan bola dominan, jumlah tembakan yang jauh lebih banyak, serta permainan yang rapi, Madrid pantas meraih tiga poin penuh.
Jika performa seperti ini terus dijaga, bukan tidak mungkin Real Madrid akan semakin percaya diri dalam persaingan di papan atas.
Sementara itu, Levante harus segera bangkit dan belajar dari kekalahan ini agar tidak terus tertekan di laga-laga berikutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan