Jumat, 23 JANUARI 2026 • 13:31 WIB

Pocari Sweat Run 2026 Hadir Lagi, Menpora Erick Thohir Harap Ajang Ini Dorong Masyarakat untuk Hidup Lebih Sehat

Author

Press Conference Pocari Sweat Run 2026 yang diadakan di TMII (22/1/2026) (Akbar Hidayatullah/INDOZONE)

INDOZONE.ID - Pocari Sweat Run 2026 kembali hadir untuk para pencinta olahraga lari di Indonesia. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir harap ajang ini bisa dorong masyarakat Indonesia untuk hidup lebih sehat.

Acara hasil kerja sama Pocari Sweat dengan InJourney dan beberapa pihak lain tersebut, diperkenalkan dalam Press Conference Pocari Sweat Run 2026 yang digelar di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pada Jumat 22 Januari 2026.

Pocari Sweat Run pertama kali diadakan di Tangerang pada 2014. Di tahun-tahun selanjutnya, ajang ini digelar di beberapa kota Indonesia, meliputi Medan, Surabaya, Jakarta, dan Bandung.

Baca juga: Potret 5 WAGs Tercantik Timnas Indonesia yang Bikin Kaum Adam Terpesona

Pada 2020, Pocari Sweat Run terpaksa diadakan secara daring karena pandemi COVID-19 di Indonesia.

Namun, dari tahun ke tahun, jumlah peserta Pocari Sweat Run terus meningkat dengan adanya konsep safe running yang diterapkan selama perhelatan berlangsung.

Berbeda dari tahun sebelumnya, Pocari Sweat Run 2026 diadakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 11-12 Juli mendatang, untuk pertama kalinya.

Tak sampai di situ, acara juga akan lanjut di gelar di Bandung pada 19-20 September, sebagai salah satu agenda perayaan HUT ke-216 kota tersebut.

Baca juga: Komunitas Midnight Padel Buktikan Olahraga Padel Bisa Untuk Semua Kalangan: Fomo yang Positif

Tahun ini mereka menargetkan peserta sebanyak 60.000 yang meliputi 10.000 orang peserta di Lombok,15.000 peserta di Bandung, dan 35.000 orang secara virtual.

Pocari Sweat Run 2026 akan menerapkan nilai Sport dan Tourism, yakni sambil beolahraga, para peserta dapat menikmati keindahan alam serta kuliner khas di dua kota tersebut. 

Sport Tourism dan Sport Industry Turut Berdampak pada Perkembangan Ekonomi Indonesia

Sementara itu, Menpora Erick Thohir menilai Pocari Sweat Run 2026 sebagai acara istimewa. Sebab, ajang ini mengusung nilai sport tourism dan sport industry yang berdampak pada perkembangan ekonomi Indonesia.

"Saat ini, indeks masyarakat Indonesia dalam berolahraga hanya 15 persen. Kegiatan seperti Pocari Sweat Run, kami harapkan dapat mendorong masyarakat untuk hidup lebih sehat dengan berolahraga. Apalagi, event ini dapat menggerakkan pelari dari Aceh hingga Papua," jelas Erick Thohir, dikutip pada Sabtu (23/1/2026).

"Pemerintah saat ini juga terus mendorong terlaksananya berbagai agenda wisata olahraga yang kita harapkan meningkatkan perputaran roda ekonomi, maka kami mendukung penuh inisiatif dari swasta seperti Pocari Sweat Run untuk bersinergi mengoptimalkan dampak positif yang terjadi untuk Sport Tourism di Indonesia," sambungnya.

Menurutnya, acara olahraga seperti ini layak didukungan dengan dibangun sirkuit khusus di lima kota berbeda Indonesia. Jadi, acara-acara seperti ini dapat bersaing dengan ajang olahraga lari bergengsi serupa di luar negeri.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa, turut mendukung nilai sport tourism yang diusung acara ini.

"Pariwisata memiliki efek domino yang besar. Pariwisata memiliki dampak baik bagi pertumbuhan transportasi, akomodasi, dan UMKM wilayah setempat," ujarnya.

Menurutnya, para peserta yang berasal dari berbagai daerah turut mendukung ekonomi Lombok dengan menggunakan fasilitas transportasi yang ada, menikmati kuliner khas setempat, hingga menyewa jasa tour guide.

Baca juga: PSSI Umumkan Apparel Baru Timnas Indonesia Besok!

Sementara itu, Maya Watono selaku Direktur Utama InJourney, menilai lahirnya acara ini perlu dukungan dari berbagai pihak, seperti Kemenpora dan pemerintah daerah (pemda). 

Hadirnya Pocari Sweat Run 2026 juga mendukung sportainment yang telah dijalankan oleh acara MotoGP di Mandalika. Sebagai Utusan Presiden RI, Raffi Ahmad, turut menyoroti Pocari Sweat Run tahun lalu yang menyita perhatian warga dunia. 

"Sirkuit kita disorot, sunset kita disorot, dan pelarinya juga disorot. Kabarnya, pelari seorang profesional dunia juga tertarik untuk ikut serta dalam acara ini," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU