Gareth Bale, Cristiano Ronaldo, dan Karim Benzema saat bermain di Real Madrid. (Dok. Real Madrid)
INDOZONE.ID - Formasi 4-3-3 merupakan salah satu formasi di sepak bola paling populer dan sering digunakan hingga saat ini.
Formasi ini mengandalkan empat pemain bertahan, tiga gelandang, dan tiga penyerang, sehingga mampu menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang.
Tak heran jika banyak tim top dunia menjadikan formasi 4-3-3 sebagai dasar permainan mereka.
Dalam sepak bola modern, formasi 4-3-3 dikenal fleksibel dan mudah dikembangkan sesuai karakter pemain.
Formasi ini cocok untuk tim yang ingin mendominasi penguasaan bola sekaligus aktif melakukan tekanan kepada lawan.
Baca juga: Mengulik Sejarah Terciptanya Formasi 4-4-2 Dalam Perkembangan Sepak Bola Modern
Struktur dasar formasi 4-3-3 dimulai dari lini belakang yang diisi oleh dua bek tengah dan dua bek sayap.
Kedua bek tengah bertugas menjaga area pertahanan utama, sementara bek sayap memiliki peran ganda, yaitu bertahan dan membantu serangan dari sisi lapangan.
Di lini tengah, formasi ini biasanya menggunakan satu gelandang bertahan yang bermain lebih dalam. Ia bertugas melindungi lini belakang dan mengatur aliran bola.
Lalu, dua gelandang lainnya bermain lebih maju untuk mendukung serangan dan menjaga keseimbangan permainan.
Sementara itu, lini depan diisi oleh satu penyerang tengah dan dua penyerang sayap. Kedua pemain sayap beroperasi di sisi kiri dan kanan untuk memberikan lebar serangan serta menciptakan peluang dari sisi lapangan.
Baca juga: Mengupas Strategi Taktik 4-3-3: Kelebihan dan Kekurangan Formasi di Lapangan Sepak Bola
Sejarah formasi 4-3-3 tidak lepas dari evolusi taktik sepak bola dunia. Formasi ini berawal dari perubahan strategi Brasil setelah kekalahan menyakitkan dari Uruguay pada final Piala Dunia 1950.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Coaches Voice