Selasa, 03 FEBRUARI 2026 • 21:58 WIB

Mengenal Olahraga Tolak Peluru, Beserta Sejarah dan Teknik Dasarnya

Author

Ilustrasi tolak peluru. (Freepik)

INDOZONE.ID - Mungkin banyak dari kalian yang sudah sering melihat olahraga tolak peluru dipertandingkan di ajang PON, Olimpiade, Asian Games, maupun SEA Games. Olahraga tolak peluru merupakan salah satu cabang dari olahraga atletik yang bertujuan untuk melempar bola logam sejauh mungkin.

Namun, olahraga tolak peluru tidak benar-benar melakukan gerakan melempar, sehingga olahraga ini sangat berbeda dengan olahraga atletik lainnya.

Olahraga tolak peluru menuntut kamu melakukan tolakan dengan menggunakan tenaga semaksimal mungkin, untuk mendapatkan jarak terjauh. Tak cuma itu, gerakan tolak peluru hanya boleh menggunakan kekuatan satu tangan saja.

Dalam artikel ini, INDOZONE akan mengulas soal olahraga tolak peluru, mulai dari sejarah dan teknik dasar dari olahraga ini. 

Baca juga: Direktur Olahraga Ajax Ungkap Alasan Klubnya Rekrut Maarten Paes dari FC Dallas

Sejarah Olahraga Tolak Peluru

Olahraga tolak peluru ternyata sudah ada sejak zaman dahulu kala. Olahraga ini pertama kali dimainkan zaman Yunani Kuno. Saat itu, masyarakat menggunakan batu sebagai alat untuk berolahraga, yaitu dengan cara melemparkannya.

Dalam perkembangan olahraga ini tepatnya pada abad pertengahan, sekelompok tentara perang memiliki kebiasaan untuk melemparkan bola meriam. Kebiasaan tersebut menjadi cikal bakal dari kelahiran olahraga tolak peluru.

Olahraga tolak peluru mulai dimainkan dalam bentuk modern pada sekitar abad ke-19. Saat itu, Highlands Games Scotland mengadakan lomba lempar batu atau logam berat.

Para peserta akan saling melempar untuk mendapatkan jarak terjauh. Selanjutnya pemenang akan ditentukan berdasarkan seberapa jauh jarak lemparan dengan posisi asli pelempar yang berada di belakang garis.

Tolak peluru makin populer setelah ditetapkan sebagai salah satu cabang olahraga di Olimpiade modern. Dalam kompetisi tersebut, cabang olahraga ini menggunakan bola dengan massa yang ditentukan. Tolak peluru pun masuk dalam cabang olahraga atletik.

Cabang olahraga tolak peluru sudah mulai dipertandingkan pada 1896 untuk kategori putra. Sementara itu, kategori putri baru dipertandingkan pada 1948.

Baca juga: Manchester City Diimbangi Tottenham Hotspur, Rodri Kritik Kinerja Wasit: Mereka Tidak Ingin Kami Menang!

Teknik Dasar dalam Olahraga Tolak Peluru

Dalam olahraga tolak peluru, tentunya ada prinsip yang harus dipahami oleh pelempar, yaitu melakukan tolakan atau dorongan terhadap bola logam dengan menggunakan satu kekuatan tangan.

Salah satu tujuan dalam olahraga ini adalah untuk menghasilkan tolakan atau dorongan bola logam dengan jarak sejauh mungkin dari posisi awal atau start.

Berikut teknik-teknik dasar dalam olahraga tolak peluru, sebagai berikut:

Baca juga: Meski Diminati Nottingham Forest, Robin Gosens Lebih Pilih Bertahan di Fiorentina

  1. Bola logam ditempatkan pada bagian pangkal jari, buka telapak tangan. Lebarkan jari-jari tangan sedikit, selanjutnya gunakan ibu jari untuk menahan bola logam agar tidak terjatuh.
  2. Posisikan bola logam antara kepala dan bahu, tepat berada pada bagian bawah rahang.
  3. Sembari menahan bola, pelempar dapat memastikan untuk menjaga kondisi siku lengan tetap tinggi dan tampak lurus dengan bahu.
  4. Posisikan tubuh menyamping dengan posisi bahu tangan yang bebas dari bola logam mengarah ke pendaratan.
  5. Buka kedua kaki dan berada dalam posisi kuda-kuda lurus dan tekuk kaki yang berada di area pendaratan, hal itu akan secara otomatis membuat tubuh condong ke belakang.
  6. Putar pinggul sehingga berhadapan dengan arah yang berlawan dari area pendaratan.
  7. Pada saat posisi siap untuk melakukan tolakan,  pelempar dapat mendorong dengan kaki belakang dan putar pinggul sehingga tubuh menghadap ke area pendaratan.
  8. Buka agak lebar lengan yang memegang bola logam menghadap ke depan dengan sudut 45 derajat sembari berusaha melakukan dorongan bola logam dengan sekuat tenaga.
  9. Pada saat melakukan tolakan atau lemparan, tambahkan juga dengan dorongan pergelangan tangan mirip seperti gerakan menembak bola basket.

Prinsip dasar dalam olahraga tolak peluru harus dipahami oleh para pemula. Setelah sudah paham dengan prinsip tersebut, para pemula bisa melakukannya dengan gaya lempar yang baik dan benar.

Baca juga: Perbedaan Padel dan Tenis: Salah Satu Alasan Jadi Tren

Gaya Dalam Olahraga Tolak Peluru

Berikut ini gaya dalam olahraga tolak peluru yang perlu kalian pahami, diantaranya:

1. Gaya Ortodoks

Gaya melempar dalam olahraga tolak peluru bagi para pemula adalah gaya ortodoks. Sebab, gaya ortodoks tidak terlalu membutuhkan banyak gerakan. Sebagai gaya yang sederhana, tentunya gaya ortodoks merupakan gaya yang cocok untuk dipelajari oleh para pemula.

2. Gaya O'Brien

Ilustrasi gaya o'brien dalam tolak peluru (Research Gate)

Gaya O'Brien merupakan gaya melempar yang sering digunakan oleh atlet profesional. Gaya O'Brien digunakan pertama kali oleh atlet dari Amerika Serikat, Parry O'Brien.

Gaya ini biasa dikenal dengan gaya glide atau meluncur, tetapi sekarang lebih populer gaya O'Brien. Dalam cabang olahraga ini, gaya O'Brien dilakukan dengan cara membelakangi  arah tolakan.

Pada saat kalian menggunakan gaya O'Brien, seorang atlet harus memiliki posisi membelakangi area pendaratan. Kemudian, atlet tersebut akan melakukan gerakan setengah putaran atau 180 derajat terlebih dulu sebelum melakukan tolakan pada logam.

Hal ini menjadikan pada saat persiapan, para pelempar akan menghadap ke belakang sebelum kemudian berbalik ke depan.

Baca juga: Daftar 4 Pemain Keturunan yang Bisa Dinaturalisasi PSSI di Era John Herdman, Siapa Saja?

3. Gaya Spin

Selain gaya ortodoks dan gaya O'Brien, ada juga gaya spin. Gaya ini mungkin tidak terlalu populer, tapi sering kali digunakan. Gaya ini pertama kali dipopulerkan oleh atlet asa Rusia, Aleksandr Barisnykhov.

Meski begitu, untuk melakukan gaya lemparan spin, para atlet tolak peluru harus memiliki keterampilan tinggi. Sebab, atlet akan berputar 360 derajat dalam kecepatan tinggi terlebih dulu, sebelum melempar bola logam ke depan. Gerakan ini memiliki tujuan untuk menghasilkan momentum sehingga membuahkan jarak tolakan terjauh.

Itu tadi sobat INDOZONE, pengertian olahraga tolak peluru beserta dengan sejarah, teknik dasar, dan juga gaya-gayanya. Meski tidak sepopuler olahraga lain, tolak peluru tetap memiliki peminatnya tersendiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Gramedia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU