Selasa, 03 FEBRUARI 2026 • 21:36 WIB

Olahraga Yoga: Ini Sejarah, Jenis, dan Manfaatnya

Author

Yoga. (Freepik)

INDOZONE.ID - Yoga adalah olahraga yang berfokus pada kekuatan, kelenturan, dan pernapasan dalam praktiknya.

Seiring perkembangan zaman, yoga pun jadi pilihan olahraga bagi masyarakat, terutama yang tinggal di perkotaan.

Yoga. (Freepik)

Untuk memahami olahraga ini lebih jauh, yuk simak sejarah, jenis, dan manfaat dari yoga!

Sejarah Yoga

Yoga berakar dari disiplin spiritual yang berfokus pada ilmu sangat halus, dengan tujuan menciptakan harmoni antara tubuh dan pikiran. 

Baca juga: Manfaat Melakukan Yoga di Pagi Hari, Bisa Bikin Badan Segar dan Wajah Cerah

Yoga berasal dari bahasa Sansekerta ‘Yuj’ berarti untuk bergabung atau untuk menyatukan.

Praktik yoga diyakini telah dimulai sejak awal peradaban, ribuan tahun lalu sebelum agama atau sistem kepercayaan pertama lahir.

Sejarah yoga mencakup rentang waktu 2.500 hingga 5.000 tahun. Penyebutan nama Yoga pertama kali muncul dalam kumpulan tulisan tertua di dunia, yaitu Rigveda.

Kamu harus tahu, Rigveda merupakan salah satu dari empat teks suci agama Hindu, atau Veda. Dijelaskan dalam teks-teks ini, perihal bagaimana menjalani hidup yang bermoral dan harmonis.

Setelahnya, prinsip-prinsip yoga pun menyebar ke negara, budaya, bahkan agama lain, seperti Budha.

Pergeseran yoga terjadi kala Eropa menjajah India. Bersama para pemikir India, bangsa Eropa melihat yoga sebagai aktivitas fisik atau olahraga.

Dalam 100 hingga 150 tahun, yoga kini lebih dipandang sebagai aktivitas kebugaran daripada spiritualitas seperti awalnya.

Jenis Yoga

Yoga kini telah berkembang sebagai olahraga yang unik. Bagaimana tidak, ketimbang melakukan aktivitas berat, yoga berfokus pada gerakan, meditasi, dan pernapasan.

Pada masa modern, yoga memiliki berbagai jenis dan gaya, yaitu:

Ilustrasi olahraga yoga. (Freepik/partytock)

1. Hatha Yoga

Yoga jenis ini berfokus pada pose fisik yang menjadi dasar dari segala jenis yoga setelahnya.

2. Yoga Asthanga

Lalu, ada yoga asthanga yang menuntut rangkaian postur tubuh sambil menyingkronkan pernapasan. Ketimbang jenis lainnya, yoga asthanga lebih menuntut fisik.

3. Yoga Iyengar

Jenis yoga ini menitikberatkan pada keselarasan yang tepat dalam setiap pose. Yoga Iyengar menggunakan alat bantu, seperti balok, selimut, tali, kursi, dan bantal.

4. Yoga Kripalu

Yoga Kripalu identik dengan belajar dari tubuh. Yoga jenis ini mengajarkan kamu untuk mengenal, menerima dan belajar dari tubuh.

Yoga kripalu dimulai dengan latihan pernapasan dan peregangan ringan, sebelum diakhiri dengan pose individu dan relaksasi.

Baca juga: Puppy Yoga: Tren Baru Yoga Bersama Anak Anjing di Paris

5. Yoga Kundalini

Yoga Kundalini berfokus pada sistem meditasi. Tujuannya adalah melepaskan energi terpendam tubuh di pangkal tulang belakang.

Saat melakoni yoga jenis ini, kamu akan merapalkan mantra yang diakhiri dengan bernyanyi. Di antara dua proses itu, kamu akan melakukan asana, pranayama, dan meditasi.

Kamu harus tahu, asana adalah salah satu dari delapan cabang yoga klasik yang berfokus pada pose harus stabil dan nyaman. Lalu, pranayama adalah teknik pernapasan dalam yoga.

6. Sivananda

Yoga jenis ini berfokus pada lima poin, yaitu pernapasan, relaksasi, diet, olahraga, dan pikiran positif. Kelima poin itu bekerja sama untuk menciptakan gaya hidup yoga yang sehat.

7. Yoga Yin

Yoga yin menargetkan jaringan dalam, ligamen, persendian, tulang, dan fasia. Yoga jenis ini berfokus pada pose peregangan dalam waktu yang lama.

8. Yoga Restoratif

Terakhir, ada yoga restoratif menuntut seseorang melakukan beberapa pose sederhana. Dalam mempraktikan pose tersebut, kamu akan menggunakan alat bantu, seperti selimut dan bantal, 

Jadi, kamu bisa mencapai relaksasi mendalam tanpa perlu mengeluarkan energi besar untuk mempertahankan pose tersebut.

Manfaat Yoga

Menitikberatkan pada aktivitas fisik dan mental, yoga pun memberikan manfaat untuk dua hal tersebut juga. Sebut saja:

  • Mengurangi stres;
  • Meningkatkan kualitas tidur;
  • Meningkatkan keseimbangan dan fleksibilitas;
  • Mengurangi ketegangan otot, sakit kepala, nyeri leher, dan nyeri punggung;
  • Meredakan gejala menopause.

Selain itu, beberapa bukti menunjukkan yoga juga menjadi terapi komplementer yang bermanfaat untuk beberapa kondisi kesehatan, seperti kecemasan, depresi, asma, dan penyakit paru obstruktif kronis.

Namun, lebih baik konsultasi dengan dokter lebih dulu sebelum latihan yoga, jika memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Itulah penjelasan seputar yoga yang perlu kamu tahu. Pernahkah kamu mencoba olahraga yoga?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical News Today

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU