Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 11:54 WIB

Jose Mourinho Kritik Selebrasi Joget Vinicius Jr: Rayakanlah Seperti Pele!

Author

Tchouameni dan Mbappe ikut berselebrasi dengan Vinicius Jr. (Instagram/@realmadrid)

INDOZONE.ID - Pelatih Benfica, Jose Mourinho melontarkan kritikan tajam atas selebrasi Vinicius Jr setelah membobol gawang timnya di pertandingan leg pertama playoff Liga Champions musim 2025/26 pada Rabu (18/2/2026) dini hari WIB.

Bertanding di hadapan pendukungnya sendiri di Estadio Da Luz, Benfica harus menelan kekalahan 1-0 atas Real Madrid di leg pertama playoff Liga Champions.

Dalam laga tersebut, satu-satunya pencetak gol kemenangan Real Madrid tercipta melalui Vinicius Jr pada menit ke-50. Namun, setelah mencetak gol bagi Los Blancos, Vini Jr langsung melakukan selebrasi joget di dekat bendera corner kick.

Setelah itu, Vini beradu mulut dengan beberapa pemain Benfica termasuk Gianluca Prestianni, yang kemudian dituduh melakukan tindakan rasial.

Jose Mourinho, yang juga mendapatkan kartu merah pada menit ke-85, berbicara dengan kedua pemain saat laga dihentikan selama 10 menit setelah wasit menerapkan protokol anti-rasisme UEFA, sebelum laga dilanjutkan.

Baca juga: 5 Daftar Induk Olahraga di Indonesia yang Wajib Kamu Ketahui dan Pahami

Vinicius mendapat perlakuan rasial dari pemain Benfica. (Instagram/@realmadrid)

Dalam wawancaranya seusai pertandingan, Mourinho mengatakan bahwa Vinicius mengatakan satu hal, kemudian Prestianni menanggapi dengan kata-kata lain. Ia juga menegaskan tidak akan mendukung tindakan Prestianni.

"Vinícius mengatakan satu hal, dan Prestianni mengatakan hal lain. Saya tidak ingin mengatakan bahwa saya 100% mendukung Prestianni, tetapi saya juga tidak bisa mengatakan bahwa apa yang Vinícius katakan kepada saya adalah kebenaran. Saya tidak bisa, saya tidak tahu," ujar Mourinho dalam wawancaranya bersama Movistar yang dikutip dari ESPN pada Rabu (18/2/2026).

Lebih lanjut, Mourinho juga mengatakan bahwa pertandingan berjalan cukup baik sebelum Real Madrid menciptakan gol. Ia juga akui timnya cukup bagus dalam memulai pertandingan namun Real Madrid tampil cukup kuat.

"Yang saya tahu adalah, sampai gol itu, pertandingan berjalan dengan sangat baik. Benfica memulai dengan sangat bagus, dan Real Madrid sangat kuat... Lalu Vinícius mencetak gol yang hanya bisa dicetak oleh dia atau [Kylian] Mbappé. Setelah itu, seharusnya dia diangkat di pundak rekan-rekan setimnya, dan tidak dipermainkan di depan 60.000 orang di stadion ini. Itu saja yang ingin saya katakan," ujar The Special One memaparkan.

Baca juga: Bukayo Saka Resmi Perpanjang Kontrak di Arsenal Hingga Tahun 2031

Lebih lanjut, Mourinho juga merujuk kepada kejadian rasisme yang dialami oleh Vinicius Jr dalam beberapa tahun terakhir. Ia juga akui Vinicius merupakan pemain yang luar biasa, namun dengan selebrasinya yang berlebihan membuat pelatih asal Portugal itu mengkritiknya.

"Di berapa banyak stadion hal seperti ini terjadi? Berapa banyak? Dia pemain yang luar biasa, saya menyukainya. Tapi Anda mencetak gol seperti ini... Anda menyerahkan tanggung jawab itu kepada rekan-rekan setim Anda. Di situlah pertandingan berakhir," ujar Jose Mourinho menambahkan.

"Ada yang tidak beres. Vinicius mencetak gol yang fantastis. Mengapa dia tidak merayakannya seperti Eusebio, Pelé, atau Di Stéfano?" lanjutnya.

Di akhir konferensi pers, Jose Mourinho juga buka suara soal kartu merah yang diberikannya pada menit ke-85.

Baca juga: Hansi Flick Akui Barcelona Kehilangan Ritme: Kelelahan dan Butuh Istirahat

"Saya diusir karena mengatakan sesuatu yang sangat jelas," ujar Mourinho.

"Wasit memiliki selembar kertas yang bertuliskan, '[Aurélien] Tchouaméni, [Álvaro] Carreras, dan [Dean] Huijsen tidak bisa menerima kartu kuning.' Dia tidak ingin memberi kartu kuning kepada Carreras atau Tchouaméni. Saya memberi tahu wasit, karena saya telah menghabiskan 1.400 pertandingan di bangku cadangan, dan dia tahu betul siapa yang bisa dia beri kartu kuning dan siapa yang tidak. Kami tahu bagaimana aturan mainnya," tutupnya.

Dengan kekalahan 1-0 atas Real Madrid membuat Benfica harus berjuang di leg kedua, yang mana leg kedua playoff Liga Champions akan digelar pada Kamis (26/2/2026) di Santiago Bernabeu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ESPN

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU