INDOZONE.ID - Gianluca Prestianni dipastikan akan absen memperkuat Benfica dalam pertandingan leg kedua playoff Liga Champions melawan Real Madrid di Santiago Bernabeu pada Kamis (26/2/2026) mendatang usai mendapatkan skorsing sementara dari UEFA.
Diketahui, skorsing yang didapatkan Gianluca Prestianni pada laga kontra Real Madrid di leg kedua playoff Liga Champions buntut dari insiden dengan Vinicius Jr di leg pertama pekan lalu, yang mana pemain berusia 20 tahun itu diduga melontarkan hinaan rasis kepada Vinicius Jr usai mencetak satu-satunya gol kemenangan Los Blancos.
Dalam laga tersebut, Prestianni dan Vini Jr terlibat konfrontasi, tak lama kemudian Vini Jr melaporkan kepada wasit bahwa ia telah menjadi korban pelecehan rasial.
Akibatnya, pertandingan di leg pertama pekan lalu sempat dihentikan selama 10 menit, setelah wasit Francois Letexier menerapkan protokol UEFA untuk pengaduan pelecehan rasial.
Baca juga: Setelah Sempat Ngambek, Ronaldo Tegaskan Bahagia di Al Nassr
Seteah pertandingan tersebut, UEFA akhirnya turun tangan untuk penyelidikan terhadap kasus pelecehan rasial terhadap Vinicius Jr di laga Benfica vs Real Madrid di leg pertama playoff Liga Champions.
Dalam sebuah pernyataan resmi menjelang laga leg kedua playoff Liga Champions antara Real Madrid vs Benfica, Badan Pengawasan, Etika, dan Disiplin UEFA (CEDB) mengumumkan bahwa Gianluca Prestianni di skors sementara untuk pertandingan Benfica berikutnya di Liga Champions.
"Menyusul penunjukan Inspektur Etika dan Disiplin UEFA (EDI) untuk menyelidiki dugaan perilaku diskriminatif selama pertandingan Play-off Knock-out Liga Champions UEFA 2025/2026 antara SL Benfica dan Real Madrid CF pada 17 Februari 2026, dan atas permintaan EDI dengan laporan sementara, Badan Kontrol, Etika dan Disiplin UEFA (CEDB) hari ini memutuskan untuk menangguhkan sementara Bapak Gianluca Prestianni untuk pertandingan kompetisi klub UEFA berikutnya (1) yang seharusnya ia ikuti karena pelanggaran prima facie Pasal 14 Peraturan Disiplin UEFA (DR) terkait dengan perilaku diskriminatif," bunyi pernyataan resmi UEFA yang dikutip dari TNT Sports pada Selasa (24/2/2026).
"Hal ini tidak mengurangi putusan apa pun yang mungkin dikeluarkan oleh badan disiplin UEFA setelah selesainya penyelidikan yang sedang berlangsung dan penyerahannya kepada badan disiplin UEFA. Informasi lebih lanjut mengenai masalah ini akan tersedia pada waktunya," imbuhnya.
Baca juga: Nganggur Selama 5 Bulan, Dele Alli Bertekad Untuk Kembali Merumput
Tak lama kemudian, Benfica menyatakan dukungan penuh kepada Gianluca Prestianni, yang terus membantah semua tuduhan pelecehan rasis, dan pihak klub segera mengajukan banding atas hukuman yang diberikan kepada pemain mudanya itu.
"Benfica telah diberitahu tentang keputusan UEFA untuk menskors pemainnya, Gianluca Prestianni, selama satu pertandingan sebagai bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung terkait insiden yang terjadi selama pertandingan kami melawan Real Madrid," bunyi pernyataan resmi Benfica.
"Klub kecewa karena harus tanpa pemain selama penyelidikan berlangsung dan akan mengajukan banding atas keputusan UEFA, meskipun tenggat waktu yang ditetapkan membuat kemungkinan adanya hasil nyata sebelum leg kedua babak play-off Liga Champions menjadi kecil," lanjutnya.
Tak hanya itu, dalam pernyataan resminya Benfica juga berkomitmen untuk memerangi segala bentuk rasisme atau diskriminasi, yang mana nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari identitas klub.
Baca juga: Setia di Bayern Munich, Harry Kane Anggap Ketertarikan Barcelona Hanya Pujian
"Benfica sekali lagi menegaskan kembali kewajibannya yang teguh untuk memerangi segala bentuk rasisme atau diskriminasi, nilai-nilai yang merupakan bagian dari identitas historis klub dan mencerminkan tindakan sehari-hari, komunitas globalnya, kerja yayasan Benfica, dan tokoh-tokoh bersejarah di dalam klub, seperti Eusebio," imbuhnya.
Sebelumnya, Gianluca Prestianni sendiri telah membantah bahwa ia melakukan pelecehan rasis kepada Vinicius Jr melalui akun media sosialnya, yang mana dalam pernyataannya itu mengatakan bahwa ia tidak pernah melakukan pelecehan rasial kepada Vinicius Jr, ia menyebut bahwa pemain Brazil tersebut salah paham.
Dengan skorsing yang diterima Prestianni, membuat Benfica harus rela untuk kehilangan pemain mudanya itu. Meski begitu, tim besutan Jose Mourinho itu akan berjuang habis-habisan untuk membalikkan keadaan di laga leg kedua playoff Liga Champions dan bisa lolos ke babak 16 besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: TNT Sports