Bukan Hanya Trio Penyerang! Kiper Muda Ini Dinobatkan sebagai Pembelian Terpenting MU Musim Ini
INDOZONE.ID - Di tengah hiruk-pikuk serangan Manchester United yang digalang trio mahal, siapa sangka sosok paling berpengaruh di musim ini justru berada di posisi paling belakang. Senne Lammens, kiper muda asal Belgia yang direkrut musim panas lalu, kini disebut-sebut sebagai pembelian terpenting Setan Merah.
Penobatan ini bukan tanpa alasan. Dalam laga tandang yang sulit melawan Everton, Lammens menunjukkan performa gemilang yang menjadi kunci kemenangan tipis 1-0 United. Menghadapi tekanan bertubi-tubi tuan rumah, kiper berusia 23 tahun itu tampil tenang dan dominan, terutama dalam menghadapi bola-bola mati dan umpan silang.
'Bloody Brilliant' di Tengah Kekacauan Kotak Penalti
Statistik berbicara. Everton melepaskan 10 tendangan sudut dan 35 umpan silang, tapi hanya lima yang akurat. Lammens berhasil menangkap dua dan menepis empat lainnya. Penampilannya membuat manajer lawan, David Moyes, hanya bisa berkata "bloody brilliant" (sangat brilian). Rekan setimnya bahkan menyebut situasi di kotak penalti mirip dengan pertandingan gulat Royal Rumble.
Baca juga: Belum Pernah Kalah, Sir Alex Ferguson Puji Performa Senne Lammens di Manchester United
Yang lebih impresif, Lammens tidak hanya sekadar menepis bola, tapi juga menangkapnya dengan bersih, mencegah bola muntah yang bisa berujung pada peluang kedua. Ia juga mencatat penyelamatan penting, termasuk menepis tembakan jarak jauh Michael Keane.
Statistik Mentereng dan Gaya Tenang ala Van der Sar
Musim ini, Lammens menjadi yang teratas di Premier League untuk kategori expected goals prevented per 90 menit. Artinya, ia secara konsisten menyelamatkan tim dari kebobolan sekitar 0,2 gol setiap laga. Dalam laga melawan Everton, angka itu melonjak menjadi 0,86.
Pelatih Michael Carrick memuji penampilannya yang "exemplary" (teladan) dan menyamakan temperamennya dengan legenda United, Edwin van der Sar. Lammens sendiri mengkritik situasi di kotak penalti yang dinilainya berlebihan. "Aku bahkan tidak bisa berada di dalam gawang, harus di belakang garis untuk bisa keluar. Itu terlalu berlebihan, tapi sulit bagi wasit untuk melihatnya," ujarnya.
Baca juga: Debut Clean Sheet Senne Lammens di Manchester United Disambut Nyanyian "Schmeichel yang Menyamar"
Investasi Masa Depan yang Mulai Berbuah
Yang membuat pencapaian ini luar biasa, Lammens baru menjalani satu musim penuh di kasta tertinggi Belgia sebelum direkrut United. Keputusan merekrutnya, yang didukung oleh pemandu bakat kiper Tony Coton, mulai menunjukkan hasil gemilang.
Di saat trio penyerang mahal United (£194 juta) juga tampil impresif, kontribusi Lammens dianggap lebih konsisten dan krusial. Perbedaan antara ketenangannya dengan para pendahulunya yang lebih tidak terduga bak malam dan siang. Tim dengan kiper yang lebih erratik bisa saja kehilangan poin di laga seperti ini, tapi Lammens tidak menjatuhkan apa pun, tak peduli kekacauan apa pun yang terjadi di sekitarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Nytimes.com