INDOZONE.ID - Tottenham Hotspur semakin tenggelam menuju zona degradasi usai mereka alami kekalahan atas Crystal Palace di pertandingan pekan ke-29 Premier League pada Jumat (6/3/2026) dini hari WIB.
Bertanding di depan pendukungnya sendiri di Tottenham Hotspur Stadium, The Lilywhites kembali alami kekalahan usai mereka dikalahkan oleh Crystal Palace dengan skor 1-3.
Tottenham Hotspur memang sempat unggul terlebih dulu melalui gol Dominic Solanke pada menit ke-34, sebelum akhirnya Crystal Palace berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak 3 gol sekaligus melalui brace Ismaila Sarr (40' via penalty, 45+7') dan satu gol dari Jorgen Strand Larsen (45+1'),
Kekalahan Tottenham Hotspur atas Crystal Palace membuat posisi klub asal London Utara itu semakin sulit, yang mana tim besutan Igor Tudor tetap bertahan di peringkat ke-16 dengan koleksi 29 poin, dan hanya berjarak satu poin saja dari zona degradasi.
Baca juga: Piala Dunia 2026 Tinggal 3 Bulan Lagi, Pelatih Walid Regragui Undur Diri dari Maroko
Dalam wawancaranya seusai pertandingan, Dominic Solanke mengatakan bahwa timnya Tottenham Hotspur tidak memiliki alasan lagi setelah kekalahan atas Crystal Palace yang membuat harapan Spurs untuk bertahan di Premier League perlahan semakin tipis.
Solanke mengatakan bahwa posisi tersebut sangat tidak diinginkan oleh klub. Oleh karena itu ia menegaskan agar timnya terus mencari cara untuk terhindar dari jurang degradasi.
"Kami baru saja melakukan percakapan panjang. Kami tahu posisi kami saat ini jelas bukan posisi yang kami inginkan, jadi kami perlu mencari cara untuk keluar dari situasi ini secepat mungkin," ujar Dominic Solanke dalam wawancaranya yang dikutip dari TNT Sports.
"Kami tahu ada kesulitan, tetapi kami tidak lagi berada dalam posisi untuk membuat alasan. Kami perlu melakukan pekerjaan kami di lapangan. Mudah untuk mengatakan bahwa kami ingin menjadi lebih baik, tetapi kami ingin menjadi lebih baik di lapangan," lanjutnya.
"Kita perlu berjuang dan menyadari posisi kita saat ini. Kita tahu klub ini tidak terbiasa berada di posisi ini, jadi kita perlu memahaminya dan menyadari bahwa ini tidak akan mudah dan kita perlu berjuang di setiap pertandingan, setiap menit, untuk memastikan kita terus berkembang," tutur penyerang berusia 28 tahun itu menutup wawancara.
Baca juga: Persib Bandung Nyaman di Puncak Klasemen Super League, Siap Hadapi Tantangan Berikutnya!
Kekalahan terbaru Spurs atas Crystal Palace, merupakan kekalahan kelima secara berturut-turut dan yang ketiga bagi Igor Tudor, yang diberi tanggung jawab oleh petinggi klub untuk membalikkan keadaan di musim ini.
Dari performa buruk Tottenham Hotspur di laga kontra Crystal Palace, membuat seluruh penggemar The Lilywhites yang meninggalkan stadion saat jeda babak pertama.
Tak mengherankan jika para penggemar Spurs yang merasa kecewa dengan performa timnya. Hal itu karena kekalahan terbaru mereka atas Crystal Palace dini hari tadi, menambah catatan Spurs yang tanpa kemenangan dalam 11 pertandingan di Premier League.
Dalam wawancaranya, Igor Tudor juga mengaku merasa sangat kecewa dengan penampilan buruk Tottenham Hotspur. Kendati begitu, mantan pelatih Juventus itu tetap percaya bisa membawa klub untuk keluar dari situasi sulit saat ini.
Baca juga: Presiden AS Donald Trump Tidak Peduli Jika Timnas Iran Main di Piala Dunia 2026
"Saya sangat kecewa, seperti halnya para penggemar. Kita tahu bagaimana situasinya saat ini dan kita perlu terus bekerja dan percaya," ujar Tudor.
"Namun setelah pertandingan ini, saya lebih percaya diri dari sebelumnya karena saya melihat sesuatu dalam tim dan di ruang ganti setelah pertandingan. Ketika kami sudah lengkap, semuanya akan menjadi baik, saya yakin," imbuhnya.
Igor Tudor juga mengatakan bahwa ia perlu memilih beberapa pemain yang tepat untuk membantunya membawa Tottenham Hotspur bangkit. Ia juga mempersilahkan pemain-pemainnya pergi jika tidak ingin bertahan di klub.
Pelatih asal Kroasia itu juga yakin jika mampu memilih pemain yang tepat, Tottenham Hotspur akan memiliki tim yang bagus dan juga siap kembali ke trek kemenangan.
Baca juga: Rentetan 7 Pertandingan tak Terkalahkan MU Terhenti, Michael Carrick: Kami Sangat Kecewa
"Saya perlu memilih orang-orang yang tepat karena kapal ini berlayar ke arah yang saya inginkan dan perlu, dan siapa pun yang berada di kapal ini boleh tetap tinggal. Jika tidak, mereka bisa mengalah, atau bagaimana mengatakannya, meninggalkan kapal," ujar pelatih berusia 48 tahun itu menjelaskan.
"Jadi, ketika pemain lain kembali dan memilih pemain yang tepat, saya yakin kita akan memiliki tim yang bagus dan kemenangan akan kembali. Tidak mudah menerima situasi kita saat ini, tetapi memang begitulah adanya," tandasnya.
Krisis Tottenham Hotspur bermula sejak mereka menjuarai Liga Europa dan kini melaju ke babak gugur Liga Champions, yang mana mereka akan menghadapi Atletico Madrid pada babak 16 besar pada pekan depan.
Namun, performa terburuk mereka di liga terus berlanjut dari musim lalu, yang mana mereka finish satu peringkat di atas zona degradasi yang merupakan posisi terburuk mereka sejak era Premier League.
Tottenham Hotspur sendiri terakhir bermain di luar kasta tertinggi sepak bola Inggris pada tahun 1950 dan hanya menghabiskan satu musim saja di divisi kedua, sebelum ia menjadi pendiri dan anggota tetap Premier League pada tahun 1992 lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: TNT Sports