Kamis, 02 APRIL 2026 • 08:05 WIB

Ricuh di Stadion! Polisi dan Federasi Akan Selidiki Nyanyian Islamofobia Saat Spanyol vs Mesir

Author

Pertandingan Spanyol vs Mesir yang diwarnai aksi rasis. (REUTERS PHOTO)

INDOZONE.ID - Insiden nyanyian bernada Islamofobia dalam laga persahabatan antara Spanyol vs Mesir, memicu reaksi keras dari berbagai pihak.

Kepolisian Spanyol hingga Federasi Sepak Bola Spanyol langsung bergerak, untuk menyelidiki kejadian yang mencoreng pertandingan tersebut.

Laga yang digelar pada Selasa (31/3/2026) itu seharusnya menjadi bagian dari persiapan menuju Piala Dunia 2026.

Namun, hasil imbang tanpa gol justru tertutupi oleh kontroversi di tribun penonton.

Baca juga: Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Spanyol untuk Piala Dunia 2026

Kronologi Nyanyian Islamofobia di Stadion RCDE

Pertandingan yang berlangsung di Stadion RCDE, dekat Barcelona, diwarnai chant tidak pantas dari sebagian suporter tuan rumah.

Dalam momen tertentu, terdengar teriakan, “siapa yang tidak melompat adalah Muslim.”

Nyanyian tersebut langsung menuai sorotan karena dinilai mengandung unsur Islamofobia dan xenofobia.

Alih-alih memberikan dukungan positif, aksi itu justru merusak citra sepak bola sebagai ajang pemersatu.

Baca juga: Pau Cubarsi Sebut Spanyol Difavoritkan Juara Piala Dunia 2026

Reaksi Keras Lamine Yamal dan Federasi Mesir

Lamine Yamal saat pertandingan Spanyol vs Mesir. (REUTERS PHOTO)

Pemain Spanyol, Lamine Yamal, yang juga seorang Muslim, tidak tinggal diam. Ia menyampaikan kritik tajam melalui media sosialnya.

Menurut Yamal, menjadikan agama sebagai bahan ejekan di stadion merupakan tindakan yang tidak sopan, dan tidak bisa ditoleransi.

Ia menegaskan, sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk menikmati permainan, bukan sarana merendahkan identitas seseorang.

Kecaman juga datang dari Asosiasi Sepak Bola Mesir. Mereka menyebut insiden tersebut sebagai bentuk rasisme yang menjijikkan, dan mendesak adanya tindakan tegas dari pihak berwenang.

Baca juga: Top 10 Pemain Sayap Paling Eksplosif di Dunia Musim Ini: Dari Olise hingga Yamal

Polisi dan Federasi Spanyol Ambil Langkah Tegas

Pertandingan Spanyol vs Mesir yang diwarnai aksi rasis. (REUTERS PHOTO)

Kepolisian regional Catalonia, Mossos d'Esquadra, telah membuka penyelidikan resmi terkait kasus ini. Meski begitu, belum ada detail lanjutan mengenai pihak-pihak yang akan dimintai keterangan.

Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, turut mengecam keras perilaku suporter tersebut. Ia menegaskan, tindakan rasis sama sekali tidak mencerminkan nilai sepak bola.

Kasus ini juga kembali mengingatkan publik pada berbagai insiden rasisme di sepak bola Spanyol, termasuk yang pernah dialami bintang Real Madrid, Vinícius Jr.

Baca juga: Buntut Hinaan Rasis ke Vinicius Jr, Gianluca Prestianni Dapat Skorsing Sementara dari UEFA

Sementara itu, Federasi Sepak Bola Spanyol menyatakan sikap tegas dengan menolak segala bentuk rasisme.

Mereka juga mengutuk tindakan yang menciptakan kekerasan maupun diskriminasi di dalam stadion.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa sepak bola masih menghadapi masalah serius dalam memberantas rasisme, dan diperlukan komitmen dari semua pihak untuk menciptakan lingkungan pertandingan yang lebih inklusif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU