Kamis, 02 APRIL 2026 • 09:05 WIB

Chelsea Cetak Rekor Kerugian Terbesar Sepanjang Sejarah Sepak Bola Inggris Meski Pendapatan Tembus Rp11 Triliun

Author

Bendera Chelsea di stadion Stamford Bridge. (Action Images via Reuters/ Andrew Couldridge)

INDOZONE.ID - Chelsea FC resmi mencatatkan kerugian terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris.

Dalam laporan keuangan terbaru yang dirilis Rabu (1/4/2026), klub asal London itu membukukan kerugian sebelum pajak mencapai 262,4 juta poundsterling atau sekitar Rp5,9 triliun untuk musim 2024–2025.

Jumlah tersebut melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Manchester City dengan kerugian 194,9 juta poundsterling pada musim 2010–2011.

Angka ini sekaligus menegaskan, besarnya tekanan finansial yang dihadapi klub-klub besar, bahkan di tengah peningkatan pendapatan.

Baca juga: Boros Belanja, Manchester United Catat Kerugian Terbesar dalam Nilai Skuad Premier League

Pendapatan Naik, Performa Tetap Terjaga

Di balik kerugian besar tersebut, Chelsea sebenarnya mencatat peningkatan pendapatan yang signifikan. Hingga Juni 2025, total pemasukan klub mencapai 490,9 juta poundsterling (sekitar Rp11,07 triliun).

Lonjakan ini tidak lepas dari performa kompetitif mereka di lapangan. Chelsea berhasil finis di posisi keempat Premier League, sekaligus memastikan tiket ke Liga Champions musim berikutnya.

Tak hanya itu, mereka juga sukses menjuarai UEFA Conference League, yang turut mendongkrak pendapatan dari sisi komersial dan bonus kompetisi.

Baca juga: Marc Cucurella Puji Gaya Kepelatihan Liam Rosenior Di Chelsea

Sebelumnya, melalui Chelsea FC Holdings, klub sempat membukukan laba sebesar 128,4 juta poundsterling pada musim 2023–2024.

Laba tersebut diperoleh setelah restrukturisasi finansial, termasuk penjualan tim wanita kepada perusahaan induk BlueCo. Total pendapatan saat itu mencapai 468,5 juta poundsterling.

Selain itu, kontribusi dari hak siar Premier League serta partisipasi di Piala Dunia Antarklub FIFA 2025—yang berhasil mereka menangkan—ikut memperkuat arus pemasukan klub.

Biaya Operasional Jadi Biang Kerok Kerugian

Stadion Stamford Bridge yang menjadi markas Chelsea. (Action Images via Reuters/ John Sibley)

Meski pendapatan meningkat, Chelsea tidak mampu mengimbangi lonjakan biaya operasional yang terjadi sepanjang musim.

Dalam pernyataan resmi klub, disebutkan bahwa beban pengeluaran mengalami kenaikan signifikan, terutama dari sisi operasional pertandingan.

Baca juga: Real Madrid Tuntut Ganti Rugi dari UEFA terkait Kasus European Super League Usai Menang di Pengadilan

Kembalinya Chelsea ke kompetisi Eropa, menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan biaya tersebut.

Pengeluaran untuk logistik, penyelenggaraan laga, hingga kebutuhan skuad di level kompetisi yang lebih tinggi ikut membengkak.

Situasi ini menggambarkan realitas baru dalam industri sepak bola modern, di mana pertumbuhan pendapatan tidak selalu sejalan dengan kesehatan finansial klub.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU