INDOZONE.ID - Thomas dan Uber Cup 2026 akan digelar di Forum Horsens, Denmark, pada 24 April hingga 3 Mei mendatang.
Jelang bergulirnya ajang bergengsi itu, mari simak daftar juara Thomas dan Uber Cup. Apakah Indonesia mendominasi dua turnamen bergengsi tersebut?
Temukan Jawabannya di bawah Ini!
Dominasi Indonesia di Thomas Cup
Sejak pertama kali digelar pada 1949 di Inggris, Indonesia tidak langsung menjadi juara meski dikenal sebagai tim tersukses dalam turnamen ini.
Juara pertama Thomas Cup adalah tetangga Indonesia, yaitu Malaysia. Bahkan, Malaysia mampu menang tiga kali beruntun hingga edisi 1955.
Baca juga: Jonatan Christie Bersyukur Bisa Sumbang Poin untuk Indonesia di Thomas Cup 2024
Setelahnya, Indonesia mampu unjuk gigi dengan menjuarai Thomas Cup 1958, 1961, dan 1964. Sempat dijuarai Malaysia pada 1967, Thomas Cup kembali ke pangkuan Indonesia selang tiga tahun kemudian.
Dominasi Indonesia berlanjut dengan jadi yang terbaik di Thomas Cup edisi 1973, 1976, dan 1979. Lalu, Indonesia kehilangan gelar juara karena THomas Cup jatuh ke tangan China.
Indonesia baru mamp mendapatkan lagi trofi Thomas Cup pada 1984. Tapi, China kembali menunjukkan taringnya dengan menjadi juara di tiga edisi berikutnya.
Dominasi China dipatahkan oleh Malaysia pada 1992, sebelum Indonesia lima kali beruntun jadi juara, mulai dari 1994, 1996, 1998, 2000, dan 2002.
Namun, Indonesia gagal meraih trofi Thomas Cup keenam secara beruntun. China kembali jadi tim terbaik di Thomas Cup, bahkan mengikuti jejak Indonesia dengan juara lima kali beruntun.
Baca juga: Buntut Kegagalan Indonesia di Thomas Cup 2022, Marcus/Kevin akan Dipisahkan?
Setelahnya, gelar juara Thomas Cup berpindah tangan ke berbagai tim. Di Thomas Cup 2024, China jadi tim terbaik.
Meski begitu, Indonesia tetap tim terbaik dengan 14 kali jadi juara Thomas Cup, disusul China (11), Malaysia (5), Jepang (1), Denmark (1), dan India (1).
Supaya gak bingung, simak daftar juara Thomas Cup sejak edisi pertama hingga terakhir:
- Indonesia: 14 (1958, 1961, 1964, 1970, 1973, 1976, 1979, 1984, 1994, 1996, 1998, 2000, 2002, 2020).
- China: 11 (1982, 1986, 1988, 1990, 2004, 2006, 2008, 2010, 2012, 2018, 2024)
- Malaysia: 5 (1949, 1952, 1955, 1967, 1992).
- Denmark: 1 (2016).
- Jepang: 1 (2014).
- India: 1 (2022).
China Tak Tergoyahkan di Uber Cup
Jika Indonesia mendominasi Thomas Cup, China jadi ratu di Uber Cup dengan total 16 kali juara. Akan tetapi, China tidak langsung mendominasi Uber Cup.
Kamu harus tahu, Amerika Serikat (AS) justru jadi tim yang mampu mendominasi tiga edisi pertama Uber Cup pada 1957, 1960, dan 1963.
Dominasi AS dipatahkan oleh Jepang yang jadi juara Uber Cup pada 1966, 1969, dan 1972. Selang tiga tahun, Indonesia mematahkan dominasi Jepang dengan jadi juara Uber Cup.
Baca juga: Ahsan/Hendra Pensiun dari Thomas Cup, Sejumlah Pemain Nasional dan Dunia Gak Terima
Mulai edisi 1984 hingga 1992, China tidak terbendung dengan meraih lima gelar juara Uber Cup secara beruntun.
Meski sempat diganggu oleh Indonesia pada 1994 dan 1996, dominasi China berlanjut dengan enam kali jadi juara beruntun sejak 1998 hingga 2008.
China gagal menjadi juara untuk tujuh kali beruntun, karena trofi Uber Cup 2010 dibawa pulang Korea Selatan. Tapi, China bangkit dengan menjuarai Uber Cup 2012 hingga 2016.
Setelahnya, trofi Uber Cup dimenangkan oleh tiga tim berbeda, yaitu Jepang (2018), China (2020), dan Korea Selatan (2022). Pada gelaran terakhir di 2024, Uber Cup jatuh ke tangan China.
Supaya makin paham, yuk simak daftar juara Uber Cup berikut:
- China: 16 (1984, 1986, 1988, 1990, 1992, 1998, 2000, 2002, 2004, 2006, 2008, 2012, 2014, 2016, 2020, 2024).
- Jepang: 6 (1966, 1969, 1972, 1978, 1981, 2018).
- Indonesia: 3 (1975, 1994, 1996).
- Amerika Serikat: 3 (1957, 1960, 1963).
- Korea Selatan: 2 (2010, 2022).
Nah, itulah daftar juara Thomas dan Uber Cup sejak pertama kali digelar hingga edisi terakhir. Indonesia diharapkan bisa berbicara banyak pada edisi 2026, bahkan membawa pulang kedua trofi itu ke Tanah Air.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bwf Badminton, Denmark 2026