INDOZONE.ID - Pemain Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen, ungkap perbedaan kultur sepak bola Belgia dengan sepak bola Belanda.
Dalam wawancaranya baru-baru ini, Ragnar Oratmangoen menyebutkan, sepak bola di Belgia lebih intens ketimbang sepak bola di Belanda.
Menurutnya, kultur sepak bola di Belgia semua langsung melakukan serangan menuju gawang. Sementara hal itu, berbanding terbalik dengan di Belanda, yang mana kultur sepak bolanya lebih menekankan pada penguasaan bola.
Baca juga: PSSI Kecam Tendangan Kungfu Fadly Alberto, Bakal Diberi Sanksi Tegas
"Di Belanda, suasana sepak bolanya sedikit lebih romantis dan sepak bola dimainkan demi sepak bola itu sendiri," kata Ragnar Oratmangoen, dikutip dari Het Laatste Nieuws pada Selasa (21/4/2026).
"Di sini [Belgia], pertandingannya lebih intens dan penguasaan bola tidak terlalu penting. Transisinya lebih cepat, langsung menuju gawang. Saya harus terus bekerja keras untuk bisa mendapatkan tempat di tim inti," lanjutnya.
Diketahui, Ragnar Oratmangoen telah kembali ke dalam skuad FC Dender setelah masalah perizinan kerjanya telah selesai.
Bahkan, ia juga telah kembali bermain untuk FC Dender sebagai pemain pengganti pada pertandingan Liga Pro Belgia pada Minggu (19/4/2026).
Pada laga tersebut, Dender harus menelan kekalahan 1-4 atas Cercle Brugge.
Dalam pertandingan tersebut, Oratmangoen masuk pada menit ke-61 menggantikan David Hrncar. Namun, ia tidak melakukan tembakan atau shots on target sama sekali.
Akan tetapi, ia mampu menciptakan akurasi umpan sebesar 75 persen pada laga tersebut. Ia pun mampu memenangkan satu kali duel bawah.
Baca juga: Mengulik Sejarah PBVSI: Pengertian, Tujuan dan Peran Terhadap Bola Voli Indonesia
Sebelumnya, pemain berusia 27 tahun ini sempat tidak masuk ke dalam skuad FC Dender, setelah sang pemain mengalami masalah dalam izin kerja.
Ragnar Oratmangoen telah bergabung dengan FC Dender sejak Agustus 2024 lalu. Pemain Timnas Indonesia ini telah memainkan 35 pertandingan dan mencetak dua gol untuk klub asal Belgia itu di semua kompetisi.
Sementara pada musim ini, pemain keturunan Maluku itu telah memainkan 14 pertandingan dan baru mencetak satu gol di semua kompetisi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Het Laatste Nieuws