Ironis! Leicester City Resmi Terdegradasi ke League One Setelah 10 Tahun Juara Premier League
INDOZONE.ID - Leicester City harus menerima kenyataan pahit setelah mereka dipastikan terdegradasi ke League One (Divisi Ketiga Liga Inggris) setelah mereka ditahan imbang oleh Hull City pada pertandingan pekan ke-44 Divisi Championship pada Rabu (22/4/2026) dini hari tadi.
Dalam pertandingan yang digelar di King Power Stadium itu, The Foxes harus rela ditahan imbang 2-2 oleh Hull City, yang membuat tim asuhan Gary Rowett itu dipastikan terdegradasi ke League One usai mereka tertinggal 7 poin dari zona aman dengan hanya menyisakan dua pertandingan lagi.
Dalam pertandingan itu, Leicester City sempat dikejutkan oleh gol cepat Hull City melalui Liam Millar pada menit ke-18.
Harapan The Foxes untuk bertahan di Championship sempat terbuka setelah mereka mampu membalikkan keadaan menjadi 2-1 di babak kedua melalui gol penalti Jordfan James (52') dan juga Luke Thomas (54').
Baca juga: Mengenal Olahraga Wushu: Pengertian, Sejarah dan Perkembangannya di Indonesia
Akan tetapi, harapan The Foxes buyar setelah Hull City menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui gol Ollie McBurnie pada menit ke-63.
Hasil imbang 2-2 pun bertahan hingga pertandingan terakhir, dengan hasil tersebut membuat Leicester City dipastikan terdegradasi ke League One.
Ironisnya, kepastian Leicester terdegradasi ke League One hanya berselang 10 tahun setelah mereka menjuarai Premier League pada 2016 lalu.
Tentu saja, terlemparnya Leicester ke divisi 3 Liga Inggris menjadi pukulan telak bagi para pemain, pelatih hingga para penggemar.
Belum lagi, musim The Foxes di Championship musim ini juga diperparah dengan hukuman pengurangan 6 poin karena melanggar aturan keuangan.
Baca juga: 7 Nama yang Siap Curi Perhatian di Piala Dunia 2026, Siapa Aja Ya?
Petinggi Klub Bertanggung Jawab atas Terlemparnya Leicester City ke League One
Beberapa saat setelah Leicester City dipastikan terdegradasi ke League One, chairman The Foxes Aiyawatt Srivaddhanaprabha menegaskan bahwa ia bertanggung jawab penuh atas keterpurukan klub musim ini.
Aiyawatt juga merasakan sakit yang mendalam setelah melihat timnya terpuruk hingga terdegradasi ke League One, tepat 10 tahun setelah The Foxes meraih kejayaan dengan menjuarai Premier League.
"Kepada penggemar kami. Degradasi ke League One kini telah dikonfirmasi. Sebagai Ketua, tanggung jawab itu berada di pundak saya. Tidak ada alasan," bunyi pernyataan resmi Aiyawatt Srivaddhanaprabha yang dikutip dari akun Instagram resmi Leicester City pada Rabu (22/4/2026).
"Kita telah mengalami puncak kejayaan dan kini titik terendah, dan rasa sakit ini dirasakan oleh kita semua. Saya benar-benar menyesal atas kekecewaan yang telah kami timbulkan. Saya memahami kuatnya perasaan di antara para pendukung kami, dan kami tidak menganggap dukungan Anda sebagai hal yang biasa, terutama pada saat-saat seperti ini," lanjutnya.
Baca juga: Toni Kroos Tegaskan Gak Pernah Berpikir untuk Keluar dari Masa Pensiun
Lebih lanjut, Aiyawatt Srivaddhanaprabha juga mengatakan bahwa fokus pihak klub saat ini adalah membangun kembali, meningkatkan dan juga mengembalikan standar yang diharapkan oleh klub.
"Fokus kami sekarang adalah pada apa yang akan terjadi selanjutnya. Kami akan mengambil keputusan yang diperlukan untuk memajukan Klub, bekerja sama untuk membangun kembali, meningkatkan, dan mengembalikan standar yang diharapkan dari Leicester City. Tujuan kami jelas – untuk merespons dengan kuat dan bersaing untuk memajukan Klub ini lagi," tutur Aiyawatt memaparkan.
"Kami akan menghadapi ini secara langsung. Kami akan terus maju bersama- sama," tutupnya.
Terdegradasinya Leicester City ke League One juga menjadi degradasi untuk kedua kalinya secara beruntun bagi The Foxes setelah sebelumnya pada musim 2024/25 mereka terdegradasi ke Championship dari Premier League.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram @lcfc