INDOZONE.ID - Timnas Jepang akan kembali unjuk gigi di Piala Dunia 2026. Mereka kembali menunjukkan dominasinya di Asia sebagai tim paling cepat lolos ke putaran final yang akan digelar di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko itu.
Jepang lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah menjadi juara Grup C di Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Ini akan jadi penampilan kedelapan Jepang di turnamen akbar sepak bola 4 tahunan itu sejak pertama kali lolos ke putaran final pada 1998.
Sejauh ini, pencapaian terbaik Jepang di Piala Dunia adalah menjejaki babak 16 besar. Meski begitu, di Piala Dunia 2022 lalu, Jepang mencuri perhatian pencinta sepak bola dunia setelah mengalahkan dua wakil Eropa, yakni Jerman dan Spanyol.
Pengalaman itu jadi fondasi utama bagi Jepang untuk menatap turnamen-turnamen berikutnya. Apalagi, berbekal skuad yang makin solid, kepercayaan diri Samurai Biru meningkat untuk bersaing dengan tim-tim elite dunia di Piala Dunia 2026.
Baca juga: Siap Mengguncang Dunia: 4 Negara Debutan yang Berpotensi Jadi "The Next Morocco" di 2026!
Perjalanan Jepang Menuju Piala Dunia 2026
Perjalanan Jepang menuju putaran final Piala Dunia 2026 sangatlah mulus. Di putaran kedua, mereka berada segrup dengan Korea Utara, Suriah, dan Myanmar.
Jepang menunjukkan dominasinya dengan menyapu bersih 6 pertandingan di fase grup kualifikasi. Samurai Biru mengunci posisi juara grup dengan torehan 24 gol dan tanpa kebobolan satu gol pun.
Performa impresif Jepang berlanjut ke Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Jepang menunjukkan dominasinya dengan menang 7 kali dari 10 pertandingan, salah satunya atas Timnas Indonesia.
Sementara itu, Jepang meraih dua hasil imbang saat melawan Australia dan Arab Saudi. Samurai Biru juga sekali kalah, yaitu dari Australia.
Meski begitu, Jepang tetap menjadi juara Grup C dengan koleksi 23 poin. Jepang menjadi tim yang paling produktif dengan catatan 30 gol dan hanya kebobolan 3 kali.
Jepang pun jadi tim Asia pertama yang lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
Baca juga: Profil Pierluigi Collina: Wasit Killer yang Bikin Pemain Takut
Rekam Jejak Jepang di Piala Dunia
Jepang pertama kali lolos ke Piala Dunia pada 1938. Akan tetapi, Jepang mundur dari turnamen tersebut karena terlibat perang dengan China.
Setelah itu, Jepang sempat tidak berpartisipasi di beberapa edisi Piala Dunia. Bahkan, federasi mereka sempat ditangguhkan oleh FIFA pada 1950. Jepang pertama kali berpartisipasi di Piala Dunia pada 1998 di Prancis.
Sejak pertama kali lolos pada Piala Dunia 1998, Jepang konsisten untuk terus tampil di pesta sepak bola terbesar 4 tahunan itu.
Hingga saat ini, pencapaian terbaik Jepang di Piala Dunia adalah mencapai 16 besar. Pencapaian tersebut ditorehkan pada Piala Dunia edisi 2002, 2010, 2018, dan 2022.
Di Piala Dunia 2026, Jepang tentu ingin melangkah lebih jauh. Jika bisa lolos lebih dari babak 16 besar, itu akan jadi sejarah bagi sepak bola Jepang.
Baca juga: Kurang Menit Bermain di Manchester City, Tijjani Reijnders Dapat Sorotan dari Publik Belanda
Pelatih: Hajime Moriyasu
Perjuangan Jepang untuk menorehkan prestasi Piala Dunia 2026, akan dipimpin oleh Hajime Moriyasu. Ia telah menangani Samurai Biru sejak 2018 lalu.
Nama Hajime Moriyasu sendiri sudah dikenal sejak menangani klub J.League, Sanfrecce Hiroshima. Ia membawa klub tersebut memenangkan tiga gelar juara J.League. Itu membuktikan pelatih berusia 57 tahun itu mampu menciptakan tim yang kompetitif.
Sementara itu, saat menangani Jepang, ia juga mampu membawa Samurai Biru mencapai babak 16 besar Piala Dunia 2022. Itu membuat namanya sejajar dengan Takeshi Okada dan Akira Nishino yang lebih dulu menorehkan prestasi serupa.
Dalam karier kepelatihannya, Moriyasu cukup identik formasi 3-4-2-1. Itu pun jadi formasi andalan Jepang dalam setiap pertandingan karena memberikan keseimbangan bagi tim.
Moriyasu juga dikenal sebagai pelatih yang menerapkan gaya main pragmatis, disiplin tinggi, dan kolektivitas tim terpadu.
Selain itu, Moriyasu juga mampu mengelola tim dengan baik sehingga proses regenerasi berjalan secara berkelanjutan. Tentu saja, stabilitas ini jadi bekal bagi Jepang untuk mengarungi Piala Dunia 2026.
Baca juga: Tegak di Antara Siasat: Membedah Jejak Integritas Purwanto, Djafar Umar, dan Thoriq Alkatiri!
Pemain Bintang: Takefusa Kubo
Takefusa Kubo punya kapasitas untuk menjadi bintang di Piala Dunia 2026 mendatang. Masih berumur 24 tahun, pemain Real Sociedad itu akan menjadi sorotan pada turnamen yang akan digelar di AS, Kanada, dan Meksiko itu.
Meski performa Kubo di Real Sociedad musim ini tidak terlalu menonjol, ia masih mampu mencetak 2 gol dan 4 assist dalam 23 pertandingan.
Pemain kelahiran Kawasaki, Kanagawa, Jepang itu masih dianggap sebagai pemain yang paling berbahaya di skuad Jepang.
Baca juga: Italia Tolak 'Ide Konyol' Donald Trump untuk Gantikan Iran di Piala Dunia
Jadwal Timnas Jepang di Piala Dunia 2026
Jepang tergabung di Grup F Piala Dunia 2026, bersama Belanda, Tunisia, dan Swedia. Samurai Biru akan memulai perjuangan mereka di Piala Dunia 2026, dengan melawan Belanda pada 15 Juni 2026.
Kemudian, di laga kedua fase grup, Jepang akan menghadapi Tunisia pada 21 Juni 2026. Terakhir, Jepang menghadapi Swedia pada 26 Juni 2026.
Prediksi Jepang di Piala Dunia 2026
Jepang datang ke Piala Dunia 2026 sebagai salah satu kekuatan terbesar dari sepak bola Asia. Meski begitu, pencapaian terbaik Jepang di Piala Dunia baru hanya sebatas mencapai babak 16 besar.
Jika menilik kedalaman skuad saat ini, Jepang memiliki potensi untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2026. Meski begitu, untuk bisa melangkah jauh di Piala Dunia 2026, mereka harus tampil konsisten di turnamen tersebut.
Jika konsisten tampil bagus, Jepang mungkin akan lolos ke fase gugur sebagai juara grup atau mungkin sebagai runner-up. Tantangan terbesar setelahnya adalah melaju mulus di fase gugur untuk mencapai fase lebih jauh ketimbang babak 16 besar.
Nah, itu ulasan singkat INDOZONE terkait profil Jepang di Piala Dunia 2026 hingga peluang mereka di turnamen akbar 4 tahunan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Transfermarkt, FIFA