INDOZONE.ID - Bandung, Jawa Barat, lagi panas bukan cuma soal cuaca, tapi juga atmosfer kompetisi di Gymnasium Sport Jawa Barat.
Di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gymnastic Artistik 2026 (1–5 Mei), dua nama dari Timur Indonesia siap mencuri perhatian: Kenzo Alexander Richard (17) dan Kirana Siregar (14).
Bukan sekadar tampil, keduanya datang dengan misi yang lebih besar dari sekadar kompetisi.
Kenzo akan turun di enam nomor sekaligus yakni lantai, kuda-kuda pelana, gelang-gelang, meja lompat, palang sejajar, hingga palang tunggal.
Baca juga: Jadwal Grup G Piala Dunia: Kapan Duel Belgia vs Mesir Digelar? Cek di Sini!
Sementara Kirana akan fokus di dua nomor: meja lompat dan lantai—dua alat yang menuntut kekuatan sekaligus presisi tinggi.
Di balik kesiapan mereka, ada satu hal yang jadi fondasi kuat: Dukungan penuh dari sekolah dan keluarga.
SMA Kristen Generasi Unggul Kupang, tempat Kenzo menempuh pendidikan, sekaligus menjadi pusat pembinaan potensi gymnastic di NTT.
Di saat yang sama, keluarga masing-masing atlet juga menjadi “tim pertama” yang terus menguatkan dari belakang layar.
Namun, cerita Kenzo dan Kirana tidak berhenti di sana.
Baca juga: Jadwal Grup L Piala Dunia 2026: Jam Tayang Inggris, Kroasia, Ghana, dan Panama
Johny Kilapong, Ketua Federasi Gymnastic Indonesia (FGI) NTT menegaskan bahwa kehadiran mereka di Kejurnas bukan sekadar partisipasi biasa.
“Kenzo dan Kirana ini jangan dilihat hanya sebagai dua atlet muda yang ikut Kejurnas. Mereka adalah penanda zaman baru. Kita sedang membuka bab baru: NTT masuk ke panggung senam nasional dengan cara yang serius, terukur, dan bermartabat,” katanya.
Lebih dari itu, keduanya juga ditempa langsung oleh pelatih nasional Jonathan Sianturi, sosok yang dikenal sebagai “Raja Senam Indonesia” dan memiliki hati membangun NTT lewat olah raga senam.
Baca juga: Jadwal Grup K Piala Dunia 2026: Catat Jam Tayang WIB Portugal dan Kolombia
Kombinasi antara talenta daerah dan pelatihan elite ini menjadi momentum penting dalam sejarah olahraga NTT.
Menurut Ketua FGI NTT, yang sedang dibangun saat ini bukan sekadar program jangka pendek.
“FGI NTT sedang membangun gerakan, bukan sekadar program. Kenzo dan Kirana bukan pengecualian, mereka adalah prototype.” jelas Johny
Gerakan yang dimaksud mencakup pencarian bakat sejak dini di sekolah-sekolah, penguatan kualitas pelatih di setiap daerah, hingga rencana besar membangun pusat latihan berstandar tinggi di NTT.
Baca juga: Jadwal Grup A Piala Dunia 2026: Laga Pembuka di Azteca dan Misi Balas Dendam Korea Selatan
Lalu, apa targetnya?
Jawabannya cukup berani.
“Kalau target kita hanya kirim atlet ke nasional, itu bukan visi itu rutinitas. Kita datang dengan optimisme untuk berprestasi dan mengubah persepsi nasional tentang NTT semuanya untuk kemuliaan nama Tuhan.” kata Johny
Ambisinya bahkan melampaui Kejurnas tahun ini. Dalam 5–10 tahun ke depan, FGI NTT menargetkan NTT menjadi salah satu kekuatan baru di dunia senam Indonesia bukan sekadar peserta, tapi pesaing di podium.
Di tengah kerasnya persaingan di Bandung, langkah Kenzo dan Kirana mungkin terlihat kecil. Tapi dari situlah sejarah sering dimulai.
“Kejurnas 2026 ini bukan sekadar kompetisi bagi NTT ini adalah deklarasi bahwa kita sudah mulai, dan kita tidak akan berhenti sampai NTT berdiri sejajar dengan provinsi-provinsi besar di Indonesia dalam cabang senam,” Johny menjelaskan.
Baca juga: Jadwal Grup F Piala Dunia 2026: Kapan Duel Krusial Belanda vs Jepang Digelar?
Dan mungkin, dari dua nama ini, cerita besar tentang kebangkitan olahraga senam NTT sedang benar-benar dimulai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan