Minggu, 31 MEI 2026 • 14:27 WIB

Liga Champions dan Tren Nobar yang Bikin Fans Makin Dekat

Author

Nonton bareng Liga Champions antara PSG vs Arsenal di Jakarta. (Indozone/Rachmat Fahzry)

INDOZONE.ID - Menonton Liga Champions di Indonesia sering berarti begadang hingga dini hari. Termasuk dalam laga final antara Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mempertahankan gelar Liga Champions Eropa musim 2025/2026 usai mengalahkan Arsenal di Arena Puskas, Budapest, Hungaria.

Karena perbedaan waktu dengan Eropa, banyak penggemar sepak bola menyaksikan pertandingan sendirian dari rumah.

Melihat kebiasaan itu, Heineken menggelar berbagai kegiatan nonton bareng Final UEFA Champions League 2026 untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih sosial bagi para fans lewat kampanye Fans Have More Friends.

Kampanye ini mencapai puncaknya saat Final UEFA Champions League 2026. Di sejumlah kota besar Indonesia, para penggemar berkumpul dalam acara nonton bareng yang berlangsung hingga dini hari.

Fenomena ini sebenarnya cukup dekat dengan kultur sepak bola Indonesia. Dari warung kopi hingga kafe, momen pertandingan besar sering menjadi alasan orang berkumpul.

Bedanya, final kompetisi Eropa biasanya berlangsung ketika sebagian besar kota sudah terlelap.

Baca juga: Back to Back Juara Liga Champions, PSG Kukuhkan Status sebagai Salah Satu Tim Terbaik Eropa Sepanjang Masa

Liga Champions Jadi Alasan untuk Berkumpul

Bagi banyak orang, Liga Champions bukan sekadar pertandingan sepak bola.

Kompetisi ini merupakan panggung tertinggi bagi klub-klub elite Eropa dan selalu menghadirkan cerita besar setiap musim.

Oleh karena jadwal kick-off yang berlangsung larut malam, banyak penggemar biasanya menonton dari kamar tidur atau melalui ponsel sambil berusaha tetap terjaga. Situasi itu membuat pengalaman menonton terasa lebih personal, tetapi juga lebih sepi.

Acara nonton bareng final Liga Champions antara PSg vs Arsenal di Jakarta. (Indozone/Rachmat Fahzry)

Melalui berbagai acara nonton bareng, para fans bisa merasakan suasana yang berbeda.

Sorakan saat gol tercipta, reaksi ketika peluang emas terbuang, hingga diskusi soal strategi pertandingan menjadi bagian dari pengalaman yang sulit didapat ketika menonton sendirian.

Tujuh Fans Terbang ke Budapest

Selain menggelar acara nonton bareng di Indonesia, kampanye ini juga membawa tujuh penggemar terpilih untuk menyaksikan Final UEFA Champions League secara langsung di Budapest.

Kesempatan tersebut memberi mereka pengalaman berada di tengah atmosfer salah satu pertandingan terbesar dalam kalender sepak bola dunia. Bagi banyak penggemar, menonton final secara langsung merupakan pengalaman yang sulit dilupakan.

“Final UEFA Champions League adalah malam ajang terbesar dalam klub sepak bola. Namun di Indonesia, pengalaman tersebut sering kali dinikmati sendirian karena keterbatasan waktu dan venue,” ujar Kahfi Arif, Marketing Manager Heineken Indonesia.

“Sepak bola selalu memiliki kekuatan untuk menyatukan orang, dan kami percaya momen-momen tersebut menjadi jauh lebih berkesan ketika dirayakan bersama,” lanjutnya.

PSG juara Liga Champions 2026. (REUTERS/Phil Noble)

PSG Pertahankan Gelar Juara Liga Champions

Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mempertahankan gelar Liga Champions Eropa musim 2025/2026 usai mengalahkan Arsenal melalui adu penalti dengan skor 4-3 pada laga final yang berlangsung sengit.

Arsenal sempat membuat kejutan lewat gol cepat Kai Havertz saat pertandingan baru berjalan lima menit. Keunggulan tersebut bertahan hingga babak pertama berakhir.

PSG akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-64. Ousmane Dembele sukses menjalankan tugas sebagai algojo penalti setelah Cristhian Mosquera melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal dan babak perpanjangan waktu usai.

Pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti. Arsenal sempat menjaga asa setelah Gabriel Martinelli menjalankan tugasnya dengan baik. Namun kegagalan Eberechi Eze dan tendangan penentu Gabriel Magalhaes yang melambung di atas mistar membuat The Gunners harus mengubur mimpi meraih trofi Liga Champions.

PSG akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3 dalam adu penalti sekaligus memastikan mereka kembali menjadi penguasa Eropa musim ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU