INDOZONE.ID - Basket kampus di Indonesia mulai bergerak ke arah yang lebih profesional. Lewat Campus League Basketball The Nationals 2026, mahasiswa tidak hanya bertanding memperebutkan gelar juara, tetapi juga mendapat pengalaman langsung tentang bagaimana industri olahraga bekerja.
Turnamen yang digelar di Universitas Pelita Harapan (UPH) ini mempertemukan 18 tim terbaik dari 13 perguruan tinggi di Indonesia.
Campus League adalah kompetisi basket mahasiswa yang dirancang untuk membangun ekosistem olahraga kampus yang lebih terstruktur.
Pada musim 2026, kompetisi ini digelar di lima regional yang mencakup tujuh provinsi sebelum mencapai babak nasional.
Baca juga: Sistem Perhitungan Skor Bola Basket Lengkap, Cocok untuk Pemula
Puncak kompetisi berlangsung di UPH Lippo Village, Tangerang, pada 7–13 Juni 2026. Ajang ini menjadi pertemuan tim-tim terbaik hasil seleksi dari berbagai daerah.
CEO Campus League Ryan Gozali mengatakan kompetisi ini terinspirasi dari National Collegiate Athletic Association (NCAA) di Amerika Serikat, yang selama lebih dari satu abad berhasil membangun sistem olahraga kampus yang kuat.
Menurut Ryan, kampus memiliki peran penting dalam menciptakan budaya olahraga yang sehat sekaligus membangun kebanggaan mahasiswa dan alumni.
“Kalau bicara UPH, baik dari infrastruktur maupun campus life, semuanya sudah sangat diperhatikan. Dari sisi visi juga, mereka memberi penekanan besar pada olahraga. Buat kami, kemitraan ini terasa sangat natural,” katanya.
Baca juga: Raja Three Point NBA: Deretan Penembak Jitu Terbaik Sepanjang Sejarah Basket
Ryan menilai penyelenggaraan The Nationals di UPH berjalan positif. Selain fasilitas yang memadai, atmosfer pertandingan juga memberi pengalaman berbeda bagi para peserta.
“Fasilitas di UPH sangat memadai dan kami diberi kebebasan untuk berkreasi dalam mendesain venue dan jalannya kompetisi. Harapannya, orang-orang yang datang ke sini bisa melihat bagaimana UPH menjalankan semuanya, lalu pulang dengan inspirasi untuk melakukan hal yang sama demi kemajuan olahraga Indonesia,” ujarnya.
Tak Sekadar Cari Juara
Di banyak negara, olahraga kampus sering menjadi jalur lahirnya atlet profesional. Indonesia tampaknya mulai mencoba arah yang sama.
Associate Vice President of Student Development, Alumni & Corporate Relation UPH, Dr. Andry M. Panjaitan, melihat Campus League sebagai ruang belajar yang lebih luas dari sekadar pertandingan basket.
“Kami melihat kolaborasi ini sebagai awal yang baik agar mahasiswa dapat memahami olahraga tidak hanya sebagai sebuah kompetisi, tetapi juga sebagai industri yang mampu memberikan manfaat dan dampak bagi banyak orang,” ujarnya.
UPH sendiri memiliki pendekatan yang cukup unik. Kampus ini menjadikan program Health and Wellness sebagai bagian wajib dalam pengalaman belajar mahasiswa dan menjadi salah satu syarat kelulusan.
Mencetak Atlet
Executive Director of UPH Sport sekaligus pelatih UPH Eagles, Dr. Stephen Lester Metcalfe, menilai Campus League berhasil meningkatkan standar kompetisi basket mahasiswa.
“Menurut saya, Campus League menaikkan standar dan membuat kompetisi menjadi lebih profesional. Saya rasa Campus League membawa semuanya ke level yang lebih tinggi. Ini bagus untuk keseluruhan sistem, dan bagus untuk basket di negeri ini. Jadi saya sangat menantikan bagaimana Campus League akan terus berkembang ke depannya,” ujar Coach Met.
Menurutnya, pengembangan atlet tidak cukup hanya berfokus pada performa saat bertanding.
“Kami ingin para pemain bertumbuh baik secara spiritual maupun fisik. Mereka harus mampu tampil maksimal secara fisik, tetapi juga menunjukkan karakter dan nilai-nilai yang baik dalam kehidupan mereka,” jelas Coach Met.
Pandangan serupa datang dari Wakil Ketua DPD PERBASI Banten, Tikky Suwantikno. Ia menilai kampus merupakan tempat ideal untuk membina atlet muda menuju level profesional maupun tim nasional.
“Kampus merupakan wadah yang paling pas untuk pengembangan bola basket, khususnya bagi anak muda yang ingin melangkah ke level profesional atau Tim Nasional. Kampus harus menjadi wadah pengembangan olahraga di semua cabang,” ujarnya.
Sementara itu, pebasket profesional sekaligus alumni UPH, Juan Laurent Kokodiputra, mengingatkan bahwa menjadi student athlete membutuhkan disiplin tinggi.
“Menjadi student athlete itu tidak gampang. Cara membagi waktu antara kuliah dan bola basket harus seimbang. Akademiknya harus bagus, tetapi olahraga juga harus berkembang,” ungkap Juan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan