Gagal Melangkah Jauh di Piala Dunia 2026, Fabio Cannavaro Sebut Uzbekistan Petik Banyak Pelajaran
INDOZONE.ID - Pelatih Timnas Uzbekistan, Fabio Cannavaro sebut timnya petik banyak pelajaran berharga di Piala Dunia 2026 meskipun gagal melangkah jauh pada turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko itu.
Diketahui, Uzbekistan mengakhiri kiprah mereka di Piala Dunia 2026 sebagai juru kunci grup K setelah dalam 3 pertandingan fase grup mereka gagal memetik satupun kemenangan.
Terbaru, Uzbekistan barus saja kalah atas Kongo dengan skor 3-1 dalam pertandingan terakhir grup K Piala Dunia 2026 pada Minggu (28/6/2026) pagi WIB.
Meskipun tim berjuluk Serigala Putih kalah gagal melangkah jauh di Piala Dunia 2026, tetapi pelatih mereka Fabio Cannavaro menyebut bahwa Abdukodir Khusanov dan kolega telah memetik banyak pelajaran berharga selama partisipasinya di turnamen tersebut.
Baca juga: Cetak Sejarah Baru di Piala Dunia, Luka Modric Buktikan Bahwa Usia Hanyalah Angka!
Hal tersebut diungkapkan oleh Fabio Cannavaro dalam wawancaranya seusai pertandingan melawan Kongo. Dalam pernyataannya itu, mantan kapten Timnas Italia itu telah mengatakan kepada para pemain bahwa Piala Dunia itu sangatlah keras.
"Saya sudah mengatakan kepada mereka sejak awal bahwa Piala Dunia itu kejam," ujar Fabio Cannavaro dalam wawancaranya seusai laga kontra Kongo sebagaimana yang dilansir dari Reuters pada Minggu (28/6/2026).
Cannavaro sendiri telah mengingatkan para pemainnya bahwa Piala Dunia adalah turnamen yang tidak memberikan ruang untuk membuat kesalahan. Sebab, hal tersebut sangatlah menentukan hasil pertandingan,
Tak hanya itu, pemenang Ballon d'OR 2006 itu juga mengatakan bahwa kegagalan beradaptasi dengan perubahan taktik lawan menjadi salah satu faktor timnya kehilangan kendali dalam pertandingan.
Baca juga: Thomas Tuchel Ingin Para Pemain Timnas Inggris Nikmati Momen Keberhasilan Juara Grup
Kendati begitu, eks pemain Real Madrid itu tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya di atas lapangan meskipun gagal total di Piala Dunia 2026. Ia menyebut para pemainnya telah berjuang maksimal di Piala Dunia perdana mereka.
Cannavaro sendiri akui ia juga merasakan kekecewaan yang sama dengan para pemain. Namun, kakak dari Paolo Cannavaro itu meminta kepada seluruh skuadnya untuk menjadikan pengalaman tampil di Piala Dunia menjadi salah satu bekal untuk berkembang di masa yang akan datang.
Tak hanya itu saja, mantan pemain Parma itu juga menegaskan agar perkembangan sepak bola Uzbekistan harus terus dilanjutkan melalui pembinaan usia dini dan penguatan akademi agar Timnas Uzbekistan bisa bersaing di level tertinggi dunia.
Tim berjuluk Serigala Putih itu sempat membuka harapan melalui gol Eldor Shomurodov saat laga baru memasuki 10 menit. Akan tetapi, Kongo berhasil membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan 3-1 melalui brace Yoane Wissa dan satu gol lainnya dicetak oleh Fiston Mayele.
Hasil tersebut, membuat Uzbekistan mengakhiri kiprah mereka di Piala Dunia tanpa meraih satu kemenangan pun. Sementara itu, Kongo melaju ke babak 32 besar sebagai peringkat 3 terbaik dan akan menghadapi Inggris pada Rabu (1/7/2026) pukul 23.00 WIB.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters