Pemerintah Inggris Desak FIFA untuk Investigasi Argentina Terkait Spanduk soal Kedudukan Malvinas
INDOZONE.ID - Pemerintah Inggris baru-baru ini mendesak FIFA untuk selidiki Timnas Argentina yang para pemainnya merayakan kemenangan atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 dengan membentangkan spanduk terkait kedudukan kepulauan Falkland.
Diketahui, Argentina sukses meraih kemenangan dramatis atas Inggris, dengan skor 2-1 di babak semifinal Piala Dunia 2026, pada Kamis (16/7/2026), dini hari WIB di Atlanta Stadium, Amerika Serikat.
Akan tetapi, kemenangan mereka ternoda dengan perayaan berlebihan para pemain La Albiceleste yang terlihat merayakan kemenangan atas The Three Lions, dengan membentangkan spanduk terkait kedudukan Kepulauan Falkland yang bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" yang berarti Malvinas milik Argentina.
Diketahui, pada tahun 1982 Argentina dan Inggris sempat berperang selama 74 hari, untuk memperebutkan Kepulauan Falkland. Pada perang tersebut, sejumlah 655 tentara Argentina, 255 tentara Inggris dan 3 warga sipil tewas dalam perang tersebut.
Baca juga: Frustrasi Inggris Tersingkir, Jude Bellingham Kedapatan Tempeleng Bek Argentina
Menanggapi hal tersebut juru bicara pemerintah Inggris menegaskan, kedaulatan Kepulauan Falkland adalah milik Inggris.
"Piala Dunia mungkin bukan milik kita, tetapi Kepulauan Falkland jelas milik kita. Penentuan nasib sendiri berada di tangan penduduk pulau dan komitmen kami terhadap Falkland tidak akan pernah goyah," bunyi pernyataan resmi juru bicara Perdana Menteri Inggris, Keir Stamer yang dikutip dari ESPN pada Jumat (17/7/2026).
Lebih lanjut, juru bicara tersebut mengatakan, Stamer mendesak FIFA untuk melakukan penyelidikan. Sebelumnya Menteri Perdagangan Inggris Peter Kyle mengatakan, aksi yang dilakukan para pemain Argentina merupakan perilaku yang tidak pantas.
Diketahui, FIFA dapat menuntut para pemain dan federasi sepak bola Argentina (AFA) karena kode disiplinnya melarang membawa simbol-simbol ke dalam stadion yang berisikan pesan tidak pantas untuk event besar olahraga seperti pesan berbau unsur politik, ideologi, religius, atau menyinggung pihak tertentu.
Baca juga: Mengenal Tugas dan Tanggung Jawab Kitman di Tim Sepak Bola
Denda dari FIFA soal pesan-pesan berbau politik sekitar 5.000 USD hingga 20.000 USD. Argentina sebelumnya juga mendapatkan denda karena membentangkan spanduk dengan pesan yang sama saat pertandingan persahabatan melawan Slovenia pada 2014 lalu.
Sementara itu, presiden Argentina Javier Millei mengatakan, perayaan pemain Argentina dengan spanduk tersebut sah-sah saja.
Menurutnya, pesan tersebut merupakan sentimen semua warga Argentina. Akan tetapi, ia mengharapkan FIFA untuk memberikan sanksi atau denda kepada Timnas Argentina.
"Apa yang dilakukan para pemain dapat dimengerti; mereka terbawa emosi, mereka bertindak impulsif, dan itu kemungkinan akan menyebabkan diskusi tentang denda," ujar Javier Millei kepada radio lokal di Buenos Aires.
Lalu, wakil presiden Argentina, Victoria Villaruel justru lebih vokal dalam dukungannya dengan mengunggah foto pemain Argentina mengangkat spanduk tersebut.
Baca juga: Kisah Postingan Manifestasi Magis Pedri yang Bawa Spanyol Tembus Final Piala Dunia 2026
"Malvinas adalah Argentina! Mereka melarang kami membawa [spanduk] ke stadion, melupakan bahwa kami membawa mereka dalam darah dan hati kami," tulis Victoria Villaruel dalam keterangan foto unggahannya.
Sementara itu, Lisandro Martinez yang ditanya soal spanduk tersebut mengatakan, timnya tidak bisa mengecewakan warga Argentina.
Akan tetapi, pemimpin Partai Liberal Demokrat, Ed Davey menyerukan untuk skorsing para pemain Argentina yang memegang spanduk tersebut pada laga final kontra Spanyol.
Namun menurut laporan ESPN, FIFA kemungkinan besar tidak akan mengambil keputusan tersebut sebelum final Piala Dunia 2026 yang digelar di MetLife Stadium.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ESPN