INDOZONE.ID - Fakta unik tersaji dari babak perempat final Piala Dunia 2026. Ini bukan soal Lionel Messi atau pemain bintang lainnya, melainkan harga tiket Piala Dunia 2026.
Bagaimana tidak, harga tiket Piala Dunia 2026 turun hingga 62 persen, melansir dari AS, Sabtu (11/7/2026).
Megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo cetak brace ke gawang Uzbekistan. (Reuters/Troy Taormina)
Apakah penurunan harga tiket Piala Dunia 2026 berkaitan dengan gugurnya Cristiano Ronaldo bersama Portugal? Atau, tersingkirnya tim lain yang justru menyebabkan hal ini?
Meski Piala Dunia 2026 masih dipenuhi tim-tim kuat, seperti Argentina yang diperkuat Messi, tiga tim paling banyak menarik penonton telah tersingkir.
Baca juga: Niatnya FOMO Piala Dunia 2026, Streamer Kontroversial N3on Malah Kena Tuntut FIFA 10 Juta USD!
Apa tiga tim yang paling banyak menarik penonton di Piala Dunia 2026? Ternyata, jawabannya adalah Brasil, Meksiko, dan Amerika Serikat (AS).
Ketiga tim itu tersingkir di babak 16 besar yang diprediksi sebagai penyebab penurunan harga tiket turnamen sepak bola akbar empat tahunan ini.
Selain ketiga tim itu, harus diakui ketidakberadaan Portugal, Kanada, dan Kolombia di perempat final juga mempengaruhi penurunan ini.
Sementara itu, saat AS tersingkir di 16 besar usai kalah telak 1-4 oleh Belgia, penurunan terbesar terjadi.
Sebelumnya, harga tiket perempat final yang diperkirakan mempertemukan Portugal atau Spanyol dengan AS dijuall USD3.261. Setelah AS gugur, harganya turun jadi USD1.223, sekira 62 persen.
Penurunan terbesar kedua terjadi pada laga perempat final yang diperkirakan akan mempertemukan Brasil dengan Meksiko.
Namun, skenario itu urung terwujud karena kedua tim gugur. Pertandingan justru menyajikan duel Norwegia dengan Inggris. Tiket pertandingan tersebut awalnya dijual USD3.866, tapi kini cuma USD1.805, turun sekira 53 persen.
Baca juga: Argentina vs Swiss di Perempat Final Piala Dunia 2026, Lionel Messi Cetak Gol Lagi?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: AS