INDOZONE.ID - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel mengatakan bahwa DNA sepak bola Inggris perlu dirubah setelah kekalahan menyakitkan di semifinal Piala Dunia 2026 melawan Argentina.
Tak cuma itu, pelatih berusia 53 tahun itu juga mengatakan bahwa ia akan berkomitmen 100 persen untuk tetap melatih The Three Lions.
Diketahui, Inggris harus kembali mengubur mimpinya untuk menjadi juara Piala Dunia setelah mereka dikalahkan Argentina dengan skor 2-1 pada pertandingan yang digelar di Atlanta Stadium, Amerika Serikat pada Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.
Dalam pertandingan tersebut, Inggris sempat membuka harapan mereka untuk mencapai final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1966 setelah gol Anthony Gordon pada menit ke-55.
Akan tetapi, mimpi tersebut buyar setelah Argentina membalikkan kedudukan menjadi 2-1 di menit akhir melalui gol Enzo Fernandez pada menit ke-85 dan Lautaro Martinez di menit ke-90+2.
Baca juga: Jika Lionel Messi Juara Piala Dunia 2026, 5 Hal Besar Ini Bisa Terjadi!
Ini adalah kali keempat bagi The Three Lions yang melakukannya dalam pertandingan sistem gugur, setelah sebelumnya mereka bermain bertahan setelah unggul atas Kroasia pada Piala Dunia 2018 dan final Euro 2020 melawan Italia, serta gagal untul manfaatkan momentum untuk menyamakan kedudukan di final Euro 2024 melawan Spanyol.
Tuchel yang ditunjuk untuk menggantikan posisi Gareth Southgate diberi tugas untuk membawa Inggris memenangkan turnamen besar.
Namun, kini pelatih asal Jerman itu turut bertanggung jawab atas kekalahan Inggris di babak semifinal, dengan melakukan beberapa pergantian pemain bertahan di pertengahan babak kedua.
Tuchel juga tak menutup kemungkinan untuk mengubah mentalitas Timnas Inggris. Hal itu, dia ungkapkan dalam wawancaranya baru-baru ini.
"Jika itu terjadi, maka mentalitas itu harus diubah. Tapi saya tidak yakin, saya selalu mencoba berpikir dalam konteks sepak bola, dalam hal-hal yang berkaitan dengan sepak bola," ujar Thomas Tuchel dalam wawancaranya yang dikutip dari ESPN pada Jumat (17/7/2026).
Baca juga: Frustrasi Inggris Tersingkir, Jude Bellingham Kedapatan Tempeleng Bek Argentina
"Saya belum melihat datanya, tetapi saya pikir tepat setelah gol, momentum bergeser sepenuhnya dalam penguasaan bola, peluang, dan semuanya menurun drastis," lanjutnya.
Lebih lanjut, Tuchel mengatakan bahwa timnya terlalu pasif dalam struktur permainan. Ia juga mencoba melakukan perubahan untuk lebih bermain aktif dengan struktur yang ada. Tapi, ia akui timnya cukup kesulitan untuk mengembangkan permainan.
"Kami terlalu pasif dalam struktur permainan kami. Saya mencoba membantu, bukan untuk menjadi lebih pasif dengan formasi lima bek, tetapi untuk menjadi lebih aktif, lebih cepat dalam mengoper bola ke pemain sayap, dan tidak membuka celah di antara empat bek," ujar mantan pelatih Chelsea itu menambahkan.
"Kami mendorong semua orang untuk keluar, untuk lebih aktif dalam struktur yang ada, tetapi kami kesulitan," ujarnya lagi.
Baca juga: Harry Kane Indikasikan Piala Dunia 2026 Bukan yang Terakhir Baginya
Tuchel juga mengatakan bahwa timnya memang perlu kembali menguasai bola untuk mematahkan tekanan. Ia juga mengatakan penguasaan bola sangatlah penting dalam permainan sepak bola.
"Kami tidak lagi menemukan lawan yang sepadan, itulah sebabnya kami semakin terpuruk, yang sebenarnya bukan rencana kami, tetapi itulah yang terjadi. Kami perlu kembali menguasai permainan, jika tidak, Anda tidak bisa mematahkan tekanan dan Anda tidak bisa mendapatkan kembali momentum," tutur Tuchel menjelaskan.
"Saya pikir penguasaan bola memainkan peran penting. Mungkin itu bukan bagian dari DNA kita seperti halnya DNA Spanyol, Argentina, atau Brasil untuk mengambil bola, mengontrol permainan dan bola, yang juga merupakan masalah besar," tuturnya lagi.
Thomas Tuchel sendiri menuai kritikan keras atas keputusannya yang mengganti Anthony Gordon dengan Ezri Konsa di pertengahan babak kedua.
Baca juga: Kisah Postingan Manifestasi Magis Pedri yang Bawa Spanyol Tembus Final Piala Dunia 2026
Thomas Tuchel sendiri masih memiliki kontrak bersama Inggris hingga tahun 2028 menjelang turnamen. Ia mendapatkan dukungan dari FA dan menegaskan diri untuk tetap menangani Inggris di Euro 2028 yang digelar di tanah sendiri.
"Ya, 100%. Masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki, dan saya sangat senang untuk melakukannya. Saya menyukainya. Saya menyukai setiap harinya. Saya mengatakan setelah pertandingan melawan Norwegia bahwa saya melihat ketidaksesuaian antara apa yang saya lihat dalam latihan di level sepak bola dan dalam pertandingan, saya pikir kita bisa lebih mendominasi penguasaan bola," ujar Tuchel menambahkan.
Meski begitu, Tuchel merasa bahwa level permainan Timnas Inggris masih perlu ia tingkatkan. Dia juga masih merasa yakin dengan kualitas yang dimiliki oleh para pemainnya di Three Lions.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ESPN