Cuman ada 2 Tim yang Berhasil Back-to-back Juara Piala Dunia, Bisa Gak Nih Argentina Nyusul?
INDOZONE.ID - Partai puncak Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina melawan Spanyol dipastikan bakal menjadi laga yang sarat akan sejarah baru.
Bagi skuad Albiceleste, pertandingan ini bukan sekadar urusan menambah koleksi trofi, melainkan sebuah momentum langka untuk menembus batasan sejarah sepak bola modern.
Sepanjang gelaran Piala Dunia yang sudah berlangsung hampir satu abad, mempertahankan gelar juara secara beruntun (back-to-back) adalah misi yang teramat sulit. Nyatanya, sejarah mencatat baru ada dua negara yang sanggup melakukan torehan magis ini:
Baca juga: Thomas Tuchel Sebut DNA Sepak Bola Inggris Perlu Diubah Usai Kekalahan atas Argentina
Italia: Sukses menguasai dunia pada edisi 1934 dan 1938.
Brasil: Sukses mempertahankan takhta pada edisi 1958 dan 1962.
Sejak keberhasilan Brasil di tahun 1962 tersebut, belum ada lagi satu pun negara yang mampu mengulang prestasi serupa. Kutukan juara bertahan selalu berhasil menjegal negara-negara kuat di edisi berikutnya.
Ambisi Lionel Messi cs Menembus Tembok Sejarah
Setelah berhasil merengkuh trofi emas pada edisi 2022 lalu di Qatar, Lionel Messi dan kawan-kawan kini secara taktis berada di ambang pembuktian untuk menyamai rekor legendaris milik Italia dan Brasil.
Baca juga: Pemerintah Inggris Desak FIFA untuk Investigasi Argentina Terkait Spanduk soal Kedudukan Malvinas
Keberhasilan menembus partai final Piala Dunia 2026 menjadi bukti sahih bahwa mentalitas juara anak asuh Lionel Scaloni belum luntur.
Namun, langkah Argentina dipastikan tidak akan mudah. Spanyol yang menjadi lawan mereka di final datang dengan performa yang sangat rapi, konsisten, dan memiliki kolektivitas bermain yang luar biasa di sepanjang turnamen.
La Furia Roja juga punya motivasi tinggi untuk menyudahi puasa gelar Piala Dunia mereka sejak terakhir kali merasakannya 16 tahun lalu pada edisi 2010.
Jika Argentina mampu menumbangkan Spanyol pada laga final nanti, mereka tidak hanya akan mengamankan gelar juara dunia keempatnya, namun juga resmi mengakhiri penantian 64 tahun sepak bola dunia untuk melihat adanya juara back-to-back baru di era modern.
Menghadapi Spanyol yang tengah dalam performa terbaik tentu menuntut kedisiplinan taktis tingkat tinggi dari Messi cs.
Apakah takdir akan membawa Argentina masuk ke dalam jajaran elite back-to-back bersama Italia dan Brasil, atau justru Spanyol yang akan memutus mimpi sejarah tersebut? Semua akan terjawab di lapangan hijau!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan