INDOZONE.ID - Badan Sepak Bola Dunia (FIFA) telah resmi menunjuk Slavko Vinčić sebagai pengadil utama untuk laga paling prestisius abad ini: Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina pada 19 Juli mendatang.
Bagi pencinta sepak bola, nama wasit asal Slovenia ini tentu sudah tidak asing lagi. Dikenal memiliki reputasi taktis yang disiplin dan ketegasan tinggi di atas lapangan, Vinčić dipercaya FIFA untuk meredam tensi panas yang diprediksi bakal meledak di partai puncak nanti.
Namun, di balik karier menterengnya memimpin laga-laga elite, sosok Slavko Vinčić ternyata menyimpan sisi lain yang penuh warna, termasuk sebuah kontroversi di luar lapangan yang sempat mengguncang dunia. Yuk, kita bedah profil dan rekam jejak sang pengadil final!
Baca juga: Bikin Mewek, Messi Hadiahi Jersey Bersejarah untuk Fans yang Berusia Satu Abad!
Profil dan Karier Mentereng di Panggung Elite
Lahir di Maribor, Slovenia, pada 25 November 1979, Slavko Vinčić telah mengantongi lisensi wasit FIFA sejak tahun 2010. Pria berpostur 188 cm ini secara taktis terus naik kelas hingga masuk dalam jajaran Elite Category wasit UEFA.
Sebelum mendapat kehormatan memimpin Final Piala Dunia 2026, Vinčić sudah kenyang pengalaman mengawal pertandingan dengan tekanan mahadasar. Beberapa panggung besar yang pernah dipimpinnya antara lain:
- Final Liga Champions 2023/2024: Memimpin laga Borussia Dortmund vs Real Madrid di Stadion Wembley.
- Final Liga Europa 2021/2022: Mengawal duel ketat antara Eintracht Frankfurt vs Rangers.
- Euro 2020 & Euro 2024: Menjadi salah satu wasit andalan UEFA di fase-fase krusial babak gugur.
Di lapangan, Vinčić dikenal sebagai wasit yang komunikatif namun tidak segan bersikap galak jika ada pemain yang mencoba memprotes keputusannya secara berlebihan. Gaya kepemimpinannya yang lugas inilah yang membuat FIFA kepincut untuk menyerahkan peluit final kepadanya.
Baca juga: Preview Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina: Pertarungan Lini Tengah Jadi Kunci!
Deretan Kontroversi: Dari Skandal Kriminal hingga VAR
Meskipun secara taktis dinilai cakap, perjalanan karier Vinčić tidak luput dari noda hitam dan perdebatan panas. Berikut adalah beberapa kontroversi yang paling melekat pada namanya:
1. Terseret Penggerebekan Kasus Kriminal di Bosnia (2020)
Kontroversi terbesar dalam hidup Vinčić terjadi di luar lapangan hijau pada Mei 2020. Saat itu, ia secara mengejutkan ditangkap oleh kepolisian Bosnia dan Herzegovina dalam sebuah penggerebekan pesta ilegal di sebuah kabin di Bijeljina.
Pesta tersebut terkait dengan jaringan prostitusi, kepemilikan senjata ilegal, dan narkoba yang dipimpin oleh seorang selebgram lokal. Vinčić sendiri semmpat ditahan dan diinterogasi.
Namun, ia kemudian dibebaskan tanpa dakwaan setelah terbukti tidak bersalah. Vinčić mengklarifikasi bahwa dirinya berada di tempat dan waktu yang salah karena menghadiri undangan makan malam bisnis dari mitra kerjanya. Meski bersih, skandal ini sempat mencoreng reputasinya secara global.
2. Drama Gol Offside Inter Milan vs Barcelona (2022)
Di atas lapangan, Vinčić pernah memicu amarah publik Catalan saat memimpin laga fase grup Liga Champions antara Inter Milan vs Barcelona pada Oktober 2022.
Keputusannya yang menganulir gol Pedri lewat intervensi VAR (karena handball Ansu Fati yang dinilai kontroversial) serta tidak memberikan penalti kepada Barcelona di menit-menit akhir memicu protes keras dari Xavi Hernandez yang saat itu menjabat sebagai pelatih Blaugrana.
Rekam jejak Slavko Vinčić membuktikan bahwa seorang pengadil di level tertinggi pun tidak lepas dari dinamika drama, baik di dalam maupun di luar lapangan hijau.
Di final nanti, setiap tiupan peluit dari pria asal Slovenia ini akan berada di bawah mikroskop jutaan pasang mata fans Spanyol dan Argentina.
Mampukah Vinčić memanfaatkan jam terbang tingginya untuk menjaga keadilan mutlak tanpa melahirkan kontroversi baru di akhir turnamen? Mari kita tunggu pembuktiannya di lapangan!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: FIFA