INDOZONE.ID - Presiden Atletico Madrid, Enrique Cerezo menegaskan bahwa klubnya tidak akan melepas Julian Alvarez pada musim panas ini, meskipun sang striker diminati oleh Barcelona.
Diketahui, Barcelona terus berupaya untuk mendatangkan Julian Alvarez pada jendela transfer musim panas ini, yang mana pemain Timnas Argentina itu diproyeksikan akan menjadi suksesor bagi Robert Lewandowski yang telah meninggalkan klub pada akhir musim kompetisi 2025/26.
Presiden Barcelona, Joan Laporta sebelumnya telah mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan tawaran substansial kepada Atletico Madrid untuk mendatangkan Julian Alvarez.
Akan tetapi, presiden Atletico Madrid Enrique Cerezo menegaskan bahwa Julian Alvarez akan tetap menjadi pemain Atletico Madrid saat ia menanggapi soal pernyataan Joan Laporta.
Baca juga: Ole Romeny Sebut Kepindahannya ke Fortuna Sittard Berkat Peran Justin Hubner
"Laporta adalah teman baik, dia presiden yang hebat, dan dia tahu betul -- seperti yang Anda semua tahu -- di mana Julián Álvarez akan bermain tahun depan. Dia tetap pemain Atletico Madrid, dan akan terus menjadi pemain Atletico Madrid," ujar Enrique Cerezo dalam wawancaranya yang dikutip dari ESPN pada Sabtu (18/7/2026).
Alvarez sebelumnya juga mengatakan bahwa dia telah memberi tahu Atletico Madrid bahwa ia ingin hengkang dari Wanda Metropolitano setelah selama dua musim bermain untuk tim asuhan Diego Simeone selama dua musim.
Saat ditanya soal keinginan Julian Alvarez untuk hengkang dari Atletico Madrid, Enrique Cerezo tidak meminta pemainnya itu untuk minta maaf. Baginya, pemain berusia 26 tahun itu merupakan pemain Atletico Madrid dan pihaknya selalu memilki solusi.
"Kita semua membuat kesalahan dalam hidup; dia adalah pemain Atlético Madrid; dalam hidup, hampir selalu ada solusi untuk segalanya," ujar Enrique Cerezo menambahkan.
Kamu harus tahu, Atletico Madrid memboyong Julian Alvarez dari Manchester City pada 2024 lalu, yang mana ia diboyong dengan biaya 75 juta Euro.
Sebelumnya, klub berjuluk Rojiblancos juga telah menolak tawaran dari Real Madrid sebesar 150 juta Euro untuk Julian Alvarez pada bulan lalu. Tak cuma itu, Arsenal dan PSG juga meminati mantan pemain muda River Plate tersebut.
Sementara itu, Joan Laporta terus berharap agar Atletico Madrid akan mempertimbangkan ulang keputusan tersebut.
Laporta yang saat ini sedang berada di New York mengatakan kepada La Cardena Ser, bahwa ia bersyukur jika Atletico menerima tawarannya. Namun, waktu yang tersedia tidak akan tak terbatas.
Baca juga: Profil Slavko Vinčić: Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pernah Terseret Kontroversi Besar!
"Atlético sudah tahu bahwa kami telah mengajukan tawaran penting untuk Julián. Tawaran yang substansial. Jika mereka bersedia menerimanya, itu fantastis. Namun, yang pasti, waktu yang tersedia tidak akan tak terbatas," ujar Joan Laporta kepada Cardena Ser yang dikutip dari ESPN.
"Akan tiba saatnya kita harus memutuskan apakah akan tetap berpegang pada tawaran tersebut atau tidak, dan itu akan bergantung pada bagaimana dua minggu terakhir bulan Juli ini berjalan. Kami telah mendekati hal ini dengan penuh hormat terhadap institusi," tutur Laporta menambahkan.
Laporta mengatakan bahwa Alvarez menegaskan bahwa dia punya keinginan untuk hengkang. Meski begitu, ia tak menutup kemungkinan untuk mencari alternatif lain apabila gagal mendatangkan Alvarez.
"Sang pemain telah menyatakan keinginannya untuk meninggalkan Atletico dan masalah ini masih berlangsung. Kita lihat apa yang akan dikatakan Atletico. Sangat jelas bahwa sang pemain menginginkan perubahan suasana dan kami siap menyambutnya, setelah memberikan tawaran yang sangat bagus. Tawarannya sangat bagus. Begitulah. Kita lihat bagaimana kelanjutannya. Jika tidak berhasil, tentu ada alternatif lain," tutupnya.
Julian Alvarez baru mencetak satu gol dalam 6 penampilannya untuk Argentina pada pertandingan ini. Kini, dia bersiap untuk menatap pertandingan final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol pada Senin (20/7/2026) pukul 04.00 WIB.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ESPN