INDOZONE.ID - Kejuaraan Formula E untuk pertama kalinya akan digelar pada malam hari di jalanan Jepang saat TDK Tokyo E-Prix. Ajang ini digelar pada akhir pekan, yaitu Sabtu 25 Juli 2026 dan Minggu 26 Juli 2026.
Balapan tersebut yang menjadi putaran ke-14 dan 15 musim 2025/2026, dijadwalkan akan dimulai pada pukul 20.05 waktu setempat, dengan latar pencahayaan Tokyo Big Sight.
Pembalap Nissan, Oliver Rowland, mengatakan perubahan jadwal balapan akan memberikan tantangan tersendiri baginya. Rowland menilai berlaga Tokyo terasa istimewa baginya. Apalagi, Jepang yang merupakan negara manufaktur mobil Nissan yang dikendarainya.
Baca juga: Usai Final Piala Dunia 2026, Lionel Messi Beri Wejangan untuk Lamine Yamal
"Kembali ke Tokyo selalu terasa istimewa. Balapan di ajang kandang Nissan adalah sesuatu yang selalu kami nantikan, dan suasana di sekitar sirkuit sangat fantastis," ujar Oliver Rowland, dikutip dari laman resmi Formula E, Kamis (23/7/2026).
"Saya selalu menikmati mengemudi di trek ini dan akan menarik untuk melihat bagaimana perubahannya di bawah lampu pada balapan malam pertama di sini," tamabh Rowland.
Tokyo E-Prix kembali digelar untuk tahun ketiga, yang menggunakan sirkuit jalanan Tokyo sepanjang 2,582 kilometer. Balapan ini akan mengelilingi pusat konveksi Tokyo Big Sight.
Sirkuit yang memiliki 18 tikungan itu, memadukan tiga trek lurus, rangkaian tikungan sempit serta kombinasi tikungan berkecepatan tinggi dengan latar teluk Tokyo.
Baca juga: Mark van Bommel Resmi Jadi Pelatih Baru Belgia, Dikontrak Hingga 2028!
Sebanyak dua balapan di Tokyo menjadi akhir pekan kedua terakhir musim ini, yang juga menjadi bagian penting dalam persaingan gelar juara ajang balap mobil listrik tersebut.
Saat ini, Pascal Wehrlein masih memimpin klasemen dengan memimpin 141 poin setelah memenangi balapan pertama di Shanghai sehingga unggul 9 poin dari Mitch Evans. Sementara itu, Rowland menempati peringkat ketiga dengan koleksi 114 poin.
Tak cuma itu, persaingan pada klasemen tim juga berlangsung sengit. Sebab, Jaguar unggul 6 poin di atas Porsche setelah 13 balapan. Tapi, Porsche memimpin klasemen pabrikan dengan koleksi 384 poin.
Selain itu, perhatian tuan rumah juga tertuju pada kepada tim Lola Yamaha ABT yang tiba di Tokyo setelah Lucas di Grassi, sukses mempersembahkan kemenangan pertama bagi tim tersebut pada balapan kedua di Shanghai.
Baca juga: 6 Momen Paling Ikonik di Piala Dunia 2026, Tangis Ronaldo hingga Spanyol Jadi Juara
Dalam wawancaranya, Lucas di Grassi mengaku mempersembahkan kemenangan untuk tim Lola Yamaha ABT merupakan momen istimewa dalam kariernya.
Sementara itu, penyelenggaraan Tokyo E-Prix juga mengedepankan aspek keberlanjutan dengan penggunaan bahan bakar minyak, yang terhidrogenasi (HVO) guna memenuhi kebutuhan energi, termasuk pencahayaan lintasan.
Menariknya, Formula E juga menyediakan tempat minum isi ulang guna membatasi plastik sekali pakai. Formula E pun memberikan donasi sebesar 25.000 Euro melalui Better Future Funds untuk anak-anak di panti asuhan Tokyo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Fiaformulae.com