Kemenangan Barcelona atas Sevilla Jadi Kado Indah Sekaligus Pahit karena Perpisahan Xavi Hernandez
INDOZONE.ID - Dalam pertandingan yang penuh emosi di Ramon Sanchez Pizjuan, FC Barcelona berhasil mengamankan kemenangan 2-1 atas Sevilla FC.
Kemenangan ini menjadi penutup musim La Liga yang menantang bagi Barca, sekaligus menandai perpisahan pelatih Xavi Hernández.
Barcelona, yang finis 10 poin di belakang rival abadi mereka, Real Madrid, mengakhiri musim tanpa trofi.
Musim ini terasa pahit bagi Xavi, yang dipecat dua hari sebelum pertandingan terakhirnya, setelah kekalahan di final Piala Super Spanyol dan eliminasi dari Liga Champions di tangan Paris Saint-Germain.
“Kami belum bisa menyelesaikan tugas kami karena detailnya,” kata Xavi dalam konferensi pers pasca-pertandingan.
Baca Juga: Ancelotti Nggak Setuju dengan Klaim Xavi soal Gol'Hantu' Lamine Yamal
“Saya pergi dengan perasaan campur aduk karena hasil kerjanya positif, meskipun kami tidak memenangkan gelar musim ini”, tambahnya dikutip dari Marca.
Pertandingan itu menjadi cerminan dari musim Barcelona yang penuh tantangan. Robert Lewandowski membuka skor pada menit ke-15, menyelesaikan umpan silang Joao Cancelo dengan sempurna.
Sevilla, yang tidak mau kalah, menyamakan kedudukan melalui Youssef En-Nesyri pada menit ke-31. Namun, upaya mereka untuk memimpin pertandingan terhenti oleh penjaga gawang Barcelona, Marc-André ter Stegen.
Kemenangan bagi tim tamu akhirnya dipastikan oleh Fermin Lopez, yang mencetak gol pada menit ke-60, memberikan Barcelona tiga poin penting dan posisi kedua di klasemen akhir La Liga.
Dengan berakhirnya musim, Barcelona kini menatap masa depan yang tidak pasti. Xavi Hernandez, yang telah menghabiskan sebagian besar kariernya di klub, baik sebagai pemain maupun pelatih, meninggalkan warisan yang akan selalu diingat.
Baca Juga: Kembali Raih Hasil Buruk, Xavi Umumkan Segera Mundur dari Kursi Pelatih Barcelona
Meskipun musim ini tidak sesuai harapan, Xavi tetap optimis bahwa klub berada di jalur yang benar.
Real Madrid, dengan 95 poin, berhasil mempertahankan gelar La Liga, sementara Barcelona harus puas dengan 85 poin. Girona FC mengikuti di tempat ketiga dengan 81 poin, dan Atletico Madrid di tempat keempat dengan 76 poin.
Sebagai catatan, Sevilla FC menyelesaikan musim di posisi ke-14, sebuah hasil yang mengecewakan mengingat ambisi mereka di awal musim.
Barcelona kini menatap masa depan dengan harapan baru dan kepemimpinan yang akan datang, sementara para penggemar dan pemain mengucapkan selamat tinggal kepada seorang legenda yang telah memberikan begitu banyak untuk klub.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Marca