Rabu, 16 OKTOBER 2024 • 18:30 WIB

Blunder! 5 Keputusan Aneh Shin Tae-yong Penyebab Kekalahan Timnas Indonesia dari China

Author
 
 
INDOZONE.ID - Timnas Indonesia harus menelan kekalahan 2-1 dari China dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kekalahan ini membuat Timnas Indonesia gagal menambah poin di Qingdao, sebuah hasil yang mengecewakan setelah performa yang baik di tiga pertandingan sebelumnya.

Dalam pertandingan tersebut, sejumlah keputusan Shin Tae-yong dalam merotasi pemain memicu banyak pertanyaan dari pengamat sepak bola dan pendukung timnas.

Strategi dan taktik yang diterapkan dinilai tidak maksimal, sehingga Timnas Indonesia gagal tampil cukup baik.

Baca Juga: 3 Alasan Timnas Indonesia Masih Berpeluang Lolos ke Piala Dunia 2026, Nomor 1 Bikin Lawan Gemetar!

Artikel ini akan mengulas 5 keputusan yang dianggap aneh dan membingungkan dari Shin Tae-yong, yang mungkin menjadi penyebab kekalahan Timnas Indonesia.

1. Tidak Memainkan Thom Haye Sebagai Starter

Thom Haye saat bermain melawan China (REUTERS/Florence Flo)

Thom Haye, playmaker berusia 29 tahun, seharusnya bisa menjadi andalan di lini tengah Timnas Indonesia. Namun, Shin Tae-yong memilih untuk tidak menurunkannya sebagai starter.

Haye baru dimainkan di babak kedua ketika Indonesia sudah tertinggal 2-0. Menariknya, Haye berhasil mencetak gol balasan, yang memunculkan pertanyaan: mengapa ia tidak dimainkan sejak awal?

Keputusan ini dianggap keliru oleh banyak pihak, terutama karena Haye bisa memberikan stabilitas sejak awal pertandingan.

Jika masalah kebugaran menjadi alasan, seharusnya ia bisa bermain sejak menit pertama dan digantikan jika sudah kelelahan.

2. Rizky Ridho Dicadangkan dari Awal

Rizky Ridho saat bermain untuk Timnas Indonesia (Instagram/rizkyridhoramadhani)

Rizky Ridho, yang diharapkan bisa tampil sebagai bek tengah, justru dicadangkan oleh Shin Tae-yong dalam laga ini.

Banyak yang mengira Rizky akan menggantikan Jordi Amat yang cedera, namun STY lebih memilih Shayne Pattynama sebagai wing back kiri, sementara Calvin Verdonk dipasang sebagai bek tengah.

Rizky baru masuk di babak kedua saat Indonesia tertinggal dua gol. Keputusan ini memicu kritik karena Rizky dianggap bisa memperkuat lini belakang jika dimainkan sejak awal.

Dalam laga-laga mendatang, keseimbangan antara pemain bertahan dan sayap perlu diperhatikan oleh STY.

3. Tidak Menurunkan Penyerang Saat Kondisi Kalah

Timnas Indonesia sebenarnya mendominasi permainan di babak kedua, tetapi tidak ada striker murni seperti Dimas Drajad yang dimasukkan untuk memberikan tekanan di kotak penalti China. Padahal, Indonesia membutuhkan gol untuk menyamakan kedudukan.

Meski masih memiliki dua pergantian pemain, Shin Tae-yong lebih memilih memasukkan Malik Risaldi dan Pratama Arhan. Keputusan untuk tidak menurunkan striker di saat Indonesia butuh gol jelas menjadi sorotan dan ini dianggap sebagai kesempatan yang terbuang.

4. Eliano Reijnders Tidak Masuk Daftar Pemain

Eliano saat berlatih dengan Timnas Indonesia (Instagram/eliano.r)

Keputusan Shin Tae-yong untuk tidak memasukkan Eliano Reijnders dalam daftar 23 pemain juga mengundang banyak pertanyaan. Dengan Sandy Walsh yang tidak sepenuhnya bugar, Eliano sebenarnya bisa menjadi opsi yang baik untuk posisi wing back kanan.

Namun, STY memutuskan untuk tidak membawanya, membuat banyak pihak bertanya-tanya tentang pertimbangan di balik keputusan ini. Ketiadaan Eliano mempersempit pilihan taktik yang bisa diambil oleh STY ketika Timnas Indonesia membutuhkan perubahan strategi di sisi sayap kanan.

5. Asnawi Mangkualam Tetap Bermain Meski Performa Kurang Maksimal

Asnawi Mangkualam, kapten Timnas Indonesia, tampil kurang maksimal dalam laga melawan China. Meski performanya jauh dari yang diharapkan, Shin Tae-yong tetap menahannya di lapangan hingga menit ke-85.

Beberapa kali Asnawi terlihat kehilangan momentum dan gagal memanfaatkan peluang untuk mendukung serangan Indonesia.

Banyak yang berpendapat bahwa Asnawi seharusnya diganti lebih cepat agar pemain lain dengan performa lebih baik bisa memberikan dampak yang lebih besar.

Penutup

Keputusan-keputusan Shin Tae-yong dalam laga melawan China memang menimbulkan banyak tanda tanya. Dari pilihan pemain hingga strategi pergantian, beberapa langkah yang diambil tampaknya kurang tepat dan berdampak langsung pada hasil akhir pertandingan.

Kekalahan ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi Shin Tae-yong untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan di laga-laga berikutnya, khususnya dalam upaya Timnas Indonesia meraih hasil maksimal di kualifikasi Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Timnas Indonesia Kalah dari China, STY Sebut Pemain Kurang Fokus

Dengan mengoptimalkan pilihan pemain dan taktik yang tepat, diharapkan Timnas Indonesia bisa bangkit dan meraih kemenangan di pertandingan-pertandingan selanjutnya.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk, bikin cerita dan konten serumu, serta dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU