Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk, bikin cerita dan konten serumu, serta dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
INDOZONE.ID - Patrice Evra secara mengejutkan mengaku bertanggung jawab bersama Sir Alex Ferguson, atas keterpurukan Manchester United setelah kepergian sang manajer legendaris.
Mantan pemain United asal Prancis ini menyampaikan pendapatnya terkait penurunan performa klub sejak Sir Alex Ferguson pensiun, serta memberikan kritik keras terhadap manajer saat ini, Erik ten Hag.
Evra memperkuat Manchester United dari tahun 2008 hingga 2016 dan berhasil memenangkan lima gelar Premier League, satu gelar Champions League, serta beberapa trofi utama lainnya.
Namun, setelah Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013, Evra hanya bertahan satu musim sebelum ia juga meninggalkan Old Trafford.
Pada saat itu, United menunjuk David Moyes sebagai penerus Sir Alex Ferguson, namun masa kepelatihannya tidak berjalan sesuai harapan dan Moyes pun dipecat pada musim pertamanya.
Evra, yang kini menjadi pendukung setia sekaligus pengkritik Manchester United, mengakui bahwa masa kejayaan klub berakhir seiring dengan pensiunnya Sir Alex Ferguson.
Selama lebih dari satu dekade, Evra menyaksikan banyak manajer datang dan pergi, tetapi tidak ada yang mampu membawa kestabilan jangka panjang bagi United.
Pada musim ini, Manchester United memulai Premier League dengan buruk. Klub saat ini berada di posisi ke-12 setelah delapan pertandingan, membuat posisi Erik ten Hag menjadi sorotan.
Evra meragukan apakah manajer asal Belanda itu mampu membawa United kembali ke papan atas dan meraih gelar Premier League yang sangat dinantikan.
Baca Juga: Manchester United Pecat Sir Alex Ferguson, Erik ten Hag Siap Bawa Klub Kembali Berjaya
Dalam analisisnya, Evra menyoroti bahwa penurunan performa Manchester United tidak hanya disebabkan oleh manajer, tetapi juga kurangnya kepemimpinan di dalam tim.
Evra bahkan menyalahkan dirinya sendiri dan Sir Alex Ferguson atas situasi yang dialami klub saat ini.
"Saya menyalahkan diri saya sendiri, dan juga Sir Alex Ferguson," ungkap Evra dalam wawancaranya dengan BBC. "Sulit membicarakan Manchester United saat ini karena dulu kami bermain untuk para penggemar, untuk lambang klub, dan untuk sejarah."
Menurut Evra, para pemain yang tersisa setelah era Sir Alex Ferguson tidak memiliki contoh yang tepat untuk dijadikan panutan, sehingga mereka kesulitan dalam memimpin tim ke arah yang lebih baik.
Evra juga menyebutkan bahwa kekacauan di Manchester United sudah dimulai sejak klub terakhir kali memenangkan gelar Premier League pada 2013.
Sejak saat itu, United hanya berhasil meraih lima trofi dari berbagai manajer, seperti Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, hingga Erik ten Hag saat ini.
Melihat rival mereka seperti Manchester City dan Liverpool yang semakin mendominasi, Evra merasa frustrasi dengan penurunan United.
"Liverpool harus menunggu 30 tahun untuk kembali memenangkan Premier League, dan saya tidak ingin United mengalami hal yang sama," tambahnya.
Baca Juga: Sobat Karib! Patrice Evra Jadikan Park Ji-sung Ayah Baptis Putranya
Evra mengakui bahwa saat ini adalah masa yang sulit bagi para penggemar Manchester United. Ia juga menyatakan tetap setia mendukung klub dan ia merasa berat untuk menyaksikan United dalam kondisi seperti ini.
"Saya selalu berpikir positif, tetapi sulit menyaksikan tim yang saya cintai berada di posisi yang terpuruk. Rival kami menjadi lebih baik, memainkan sepak bola yang lebih menarik, dan masa depan United tampak suram," katanya.
Patrice Evra menutup komentarnya dengan tetap menegaskan dukungannya terhadap Manchester United, meskipun sulit menyaksikan performa tim saat ini.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk, bikin cerita dan konten serumu, serta dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC Sport