INDOZONE.ID - Patrick Kluivert resmi memulai babak baru dalam karier kepelatihannya sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Dengan rekam jejak yang mengesankan, mantan pemain legendaris Belanda ini membawa visi besar, yakni mengadaptasi gaya sepak bola menyerang dan penguasaan bola ala Johan Cruyff ke kancah sepak bola Indonesia.
Filosofi Sepak Bola Menyerang
Sebagai pengagum Johan Cruyff, Kluivert selalu menekankan pentingnya sepak bola menyerang dengan penguasaan bola.
Saat melatih Timnas Curacao, ia meninggalkan gaya bermain reaktif dan memperkenalkan taktik membangun serangan dari belakang dengan memanfaatkan umpan pendek.
Filosofi ini juga berhasil menciptakan aliran permainan yang lebih cair dan efektif.
Baca Juga: Profil Quentin Jakoba, Pelatih Fisik Baru Timnas Indonesia yang Setia dengan Patrick Kluivert
Warisan Kluivert untuk Sepak Bola Curacao
Kluivert tidak hanya membawa perubahan di dalam lapangan. Ia juga memperkenalkan program pemain diaspora Belanda untuk memperkuat skuad Curacao.
Nama-nama seperti Leandro Bacuna, Cuco Martina, dan Eloy Room adalah bagian dari upayanya meningkatkan kualitas tim.
Hasilnya, peringkat FIFA Curacao yang sebelumnya di posisi 183 perlahan naik hingga menembus peringkat 93, bahkan pernah mencapai posisi 68.
Meski hanya melatih selama setahun pada 2015-2016, jejak taktik menyerang dan kebijakan diaspora tetap terasa hingga kini.
Baca Juga: Patrick Kluivert Siap Bawa Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2026
Adaptasi Taktik ke Timnas Indonesia
Dalam konferensi pers perdananya, Kluivert menyatakan komitmennya untuk membawa gaya sepak bola menyerang ke Timnas Indonesia.
“Tapi ada hal yang lebih penting lagi yakni kepercayaan diri dalam menguasai bola, karena saya suka menguasai bola, sebab bagaimana bisa mencetak gol kalau tidak menguasai bola?” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan preferensinya menggunakan formasi 4-3-3, yang diyakini dapat membuat permainan Timnas Indonesia lebih agresif dan atraktif.
Sistem ini memungkinkan keseimbangan antara lini serang dan bertahan, menciptakan permainan yang menghibur bagi penonton.
Gerbong Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia
Mengikuti pendekatan serupa di Curacao, Kluivert mulai menjajaki kemungkinan membawa pemain diaspora ke Timnas Indonesia.
Salah satu nama yang mencuat adalah Jairo Riedewald. Pemain ini dinilai penting untuk memberikan keseimbangan di lini tengah, seperti peran Nigel de Jong di Timnas Belanda pada Piala Dunia 2014 atau Vurnon Anita di Curacao.
Baca Juga: Patrick Kluivert Usahakan Timnas Indonesia Bermain Menyerang dan Mengandalkan Penguasaan Bola
Jairo Riedewald diharapkan mampu menjadi "gelandang pencuci piring" yang membantu menghubungkan lini belakang dan tengah.
Kehadirannya akan memberi stabilitas, memungkinkan pemain lain lebih fokus pada tugas menyerang atau bertahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: FIFA