Selasa, 18 FEBRUARI 2025 • 20:25 WIB

Matthijs De Ligt Bermain Seperti Robot, Manchester United Cuma Buang-Buang Uang

Author

Matthijs De Ligt saat bermain di Manchester United (Instagram/@mdeligt_)

INDOZONE.ID - Mantan bek Arsenal, Martin Keown, mengkritik keputusan Manchester United yang mengeluarkan banyak uang untuk mendatangkan Matthijs de Ligt dari Bayern Munich.

Menurutnya, nilai transfer sang bek tengah tidak sebanding dengan performa yang ditampilkan di atas lapangan.

United Habiskan Banyak Uang untuk Datangkan De Ligt

De Ligt bergabung dengan Manchester United pada musim panas lalu dalam kesepakatan yang juga melibatkan Noussair Mazraoui.

Transfer ini dikabarkan mencapai total £60 juta, angka yang dinilai terlalu besar untuk seorang bek yang belum juga menunjukkan permainan yang konsisten.

Sebelum hijrah ke Old Trafford, De Ligt sempat memperkuat Bayern Munich selama dua tahun, namun gagal memenuhi ekspektasi setelah diboyong dari Juventus seharga €77 juta.

Bek asal Belanda itu sebenarnya memiliki rekam jejak yang cukup mentereng. Saat masih berseragam Juventus, ia sukses meraih gelar Serie A dan Coppa Italia. Selain itu, ia juga sempat memenangkan trofi bersama klub masa kecilnya, Ajax.

Baca Juga: Manchester United Bisa Dapat Rp 640 Miliar Jika Mason Greenwood Hijrah ke PSG

Performa De Ligt Masih Diragukan

Saat masih membela Ajax, De Ligt pernah bermain di bawah asuhan Erik ten Hag, yang kemudian merekomendasikan namanya untuk bergabung dengan Manchester United.

Namun, Ten Hag hanya sempat melatihnya beberapa bulan sebelum akhirnya dipecat. Kini, di bawah kepemimpinan Ruben Amorim, De Ligt masih menjadi pilihan utama di lini belakang.

Meskipun begitu, Martin Keown tetap meragukan kualitas sang bek. Menurutnya, gaya bermain De Ligt yang kaku seperti robot justru membuat lini pertahanan United semakin bermasalah.

Kritik Keown muncul setelah Manchester United kembali menelan kekalahan. Akhir pekan lalu, mereka harus menyerah 1-0 dari Tottenham yang membuat tim asuhan Ruben Amorim semakin terpuruk di posisi ke-15 Liga Inggris.

Baca Juga: Dijamin! Matthijs de Ligt Gak Bakal Ikutin Jejak Donny Van de Beek yang Gagal di Man United

Kritik Pedas dari Martin Keown

Keown menyoroti betapa mahalnya harga De Ligt untuk seorang bek tengah yang dinilai belum memberikan banyak kontribusi.

"Saya melihat De Ligt, dan jumlah uang yang mereka keluarkan untuknya sungguh luar biasa untuk seorang bek tengah," ujar Keown kepada talkSPORT.

"Dia bermain seperti robot. Ada momen ketika seharusnya dia bisa menghalau bola dengan lebih baik, tetapi justru menendangnya keluar hingga menghasilkan tendangan sudut untuk lawan. Hal itu hanya menambah masalah bagi tim."

"Ruben Amorim harus bisa membangun kepercayaan diri De Ligt, karena saat ini saya tidak melihat itu dalam permainannya."

De Ligt Ungkap Keprihatinan atas Mentalitas Tim

Matthijs De Ligt saat bermain di Manchester United (Instagram/@mdeligt_)

Setelah kekalahan dari Tottenham, De Ligt sendiri mengungkapkan rasa kecewanya terhadap kurangnya semangat juang dalam skuad Manchester United.

Baca Juga: Manchester United Kalah 1-0 dari Tottenham Hotspur, Taktik Ruben Amorim Bikin Malu

"Jika kami kalah, itu tidak akan pernah cukup. Kami bisa bicara soal masalah individu atau cedera, tetapi Tottenham juga mengalami hal yang sama. Jika kami kalah, itu tetap tidak bisa diterima," kata De Ligt.

Kritik yang dilontarkan Martin Keown semakin menambah tekanan bagi Matthijs de Ligt dan Manchester United yang tengah mengalami musim yang sulit. Dengan harga transfer yang sangat tinggi, ekspektasi besar sudah pasti melekat pada sang bek.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk, bikin cerita dan konten serumu, serta dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: TalkSport

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU