INDOZONE.ID - Son Heung Min baru-baru ini minta untuk dipanggil sebagai legenda Tottenham Hotspur usai berhasil membawa timnya menjuarai Liga Europa musim ini.
Diketahui, Tottenham Hotspur baru saja mengalahkan Manchester United dengan skor 1-0 di partai final Liga Europa yang digelar di Stadion San Mames, Bilbao pada Kamis (22/5/2025) dini hari WIB.
Keberhasilan Tottenham Hotspur menjuarai Liga Europa, membuat klub asal London Utara itu mengakhiri puasa gelar mereka sejak tahun 2008 lalu, dan hal itu juga menjadi gelar Eropa pertama The Lilywhites sejak musim 1983/84 lalu.
Selain itu, gelar Liga Europa juga menjadi gelar pertama Son Heung-min sepanjang kariernya sebagai pesepak bola. Kini, bintang Korea Selatan itu meminta untuk dipanggil sebagai legenda Tottenham Hotspur.
Tentunya permintaan Son Heung-min untuk dipanggil sebagai "Legenda" tidak berlebihan, mengingat selama 10 tahun karirnya sebagai pemain Tottenham Hotspur ia sudah memberikan kontribusi lebih kepada klub yang berdiri sejak 1882 itu.
Torehan 173 gol dan 101 assist dalam 454 penampilannya bersama Tottenham Hotspur menjadi bukti bahwa pemain kelahiran Chuncheon, Korea Selatan itu merupakan salah satu pemain Asia terbaik sepanjang masa yang pernah dimiliki oleh Spurs.
Seusai pertandingan, Son Heung-min sambil bercanda meminta untuk dipanggil "Legenda Tottenham Hotspur" saat diwawancarai oleh TNT Sports.
"Katakan saja saya legenda. Kenapa tidak? Untuk hari ini saja," ujar Son Heung-min kepada TNT Sports yang dikutip pada Kamis (22/5/2025).
Baca Juga: Minim Kesempatan Bermain di Liverpool, Darwin Nunez Selangkah Lagi Gabung Atletico Madrid
Lebih lanjut, Son mengatakan bahwa selama 17 tahun terakhir Tottenham Hotspur selalu gagal memenangkan trofi. Ia juga menyebut bahwa semua pemain di timnya saat ini sudah menjadi legenda klub setelah membawa Spurs menjuarai Liga Europa.
"Selama 17 terakhir tahun tidak ada yang melakukannya, jadi hari ini katakanlah pemain-pemain hebat ini mungkin (sudah menjadi) legenda klub. Inilah yang selalu saya impikan. Hari ini adalah hari itu terjadi. Saya adalah pria paling bahagia di dunia," ujar pemain berusia 32 tahun itu menambahkan.
Son Heung-min juga mengatakan bahwa musim ini adalah musim terberat bagi Tottenham Hotspur, yang dimana di Liga mereka hancur lebur dan kini duduk di peringkat ke-17 Premier League. Tetapi ia mengatakan bahwa semua pemain Tottenham tetap bersatu.
"Ketika Anda melihat musim secara keseluruhan, akan selalu ada beberapa situasi yang membuat Anda mengalami masa-masa sulit, tetapi kami sebagai pemain selalu bersatu," ujar mantan pemain Bayer Leverkusen itu memaparkan.
Baca Juga: Pelatih China: Timnas Indonesia Bukan Tim yang Kuat, Tapi Naturalisasi Bikin Mereka Berbahaya!
Tak hanya itu, Son juga akui bahwa dia selalu memimpikan untuk menjuarai Liga Europa bersama Tottenham Hotspur di 7 hari sebelum pertandingan final dan kini mimpi tersebut telah menjadi kenyataan.
"Saya merasakan tekanan. Saya sangat menginginkannya. 7 hari terakhir saya memimpikan pertandingan ini setiap malam. Akhirnya itu terjadi dan saya bisa tidur nyenyak sekarang!" tuturnya lagi.
"Kita bisa merayakan hari ini jadi mari kita buat hari ini menjadi hari yang tidak akan pernah kita lupakan dan mungkin saya akan ketinggalan pesawat besok (Kamis)!" ujar Son menutup wawancara.
Tottenham Hotspur sendiri kini akan bersiap untuk pertandingan terakhir Premier League musim ini melawan Brighton pada Minggu (25/5/2025) mendatang. Mereka juga masih berpotensi untuk naik ke peringkat ke-15 andaikan mampu mengalahkan The Seagulls di partai terakhir Premier League musim ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: TNT Sport