Minggu, 31 MARET 2024 • 18:55 WIB

Terlibat Skandal Taruhan dan Match Fixing, BWF Sanksi 8 Pebulu Tangkis Indonesia

Author

Ilustrasi badminton.

INDOZONE.ID - Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) telah mengambil langkah tegas dengan memberikan sanksi berat hingga sanksi seumur hidup kepada delapan pemain Indonesia yang terlibat dalam kasus taruhan dan match fixing.

Menurut laman resmi BWF, Minggu lalu, delapan pebulu tangkis Indonesia yang terkena sanksi tersebut adalah Hendra Tandjaya (ganda putra, ganda campuran), Ivandi Danang (ganda putra, ganda campuran), Androw Yunanto (tunggal dan ganda putra), Sekartaji Putri (tunggal putri, ganda campuran), Mia Mawarti (tunggal dan ganda putri), Fadilla Afni (ganda campuran), Aditiya Dwiantoro (ganda putra), dan Agriprinna Prima Rahmanto Putra (tunggal putra, ganda putra dan campuran).

Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, dan Androw Yunanto dijatuhi hukuman seumur hidup untuk tidak terlibat dalam aktivitas bulu tangkis.

Baca Juga: Jonatan Christie Melaju ke Semifinal BWF World Tour Finals 2023 meski Kalah

Sementara itu, Sekartaji Putri dilarang terlibat dalam aktivitas bulu tangkis sampai 18 Januari 2032, sambil dikenakan denda sebesar 12.000 dolar AS.

Mia Mawarti dan Fadilla Afni tidak diizinkan berpartisipasi dalam aktivitas bulu tangkis apa pun hingga 18 Januari 2030, dengan denda 10.000 dolar AS.

Aditiya Dwiantoro harus menunggu hingga tahun 2027 sebelum bisa kembali berpartisipasi di dunia bulu tangkis, dengan denda 7.000 dolar AS, sementara Agripinna Prima Rahmanto Putra tidak boleh terlibat dalam aktivitas bulu tangkis sampai 18 Januari 2026, dengan denda 3.000 dolar AS.

Langkah-langkah sanksi ini merupakan respons BWF terhadap tuduhan yang dialamatkan kepada para pemain terkait pada tahun 2021.

“Nama-nama pemain di bawah ini tidak diperkenankan untuk berkompetisi di (ajang) mana pun,” tulis BWF.

Baca Juga: Jahilnya BWF Ubah Fajar Alfian Jadi Ibu Peri nan Cantik, Netizen pun Tertawa Puas

Selain delapan pemain Indonesia, BWF juga memberikan sanksi kepada dua pemain Malaysia, satu pemain Brunei Darussalam, dan satu pemain India atas masalah atau tuduhan yang serupa.

 

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU