Paris Mengucapkan Selamat Tinggal Pada Olimpiade 2024: Kekurangan Olimpade 2020 Telah Terbayar
INDOZONE.ID - Olimpiade Paris 2024 resmi berakhir setelah upacara penutupan di Stadion Stade de France, Saint-Denis, Minggu (11/8/2024) menjelang senja waktu setempat atau Senin (12/8/2024) dini hari WIB.
Paris membuka rangkaian penutupan upacara dengan penampilan seorang penjelajah misterius yang muncul untuk membangkitkan kembali semangat Olimpiade.
Dari atas stadion, para penari akrobatik turun dan melompat ke atas gelang-gelang raksasa khas Olimpiade, sementara Hymn to Apollo dinyanyikan oleh musisi Alain Roche yang juga melayang di udara sambil memainkan piano yang digantung vertikal.
Baca Juga: Inilah Hadiah yang Diterima Atlet di Olimpiade Paris 2024 saat Raih Medali
Perancis tidak lupa memberikan penghormatan atas hubungannya dengan Amerika Serikat dengan menampilkan penyanyi Yseult yang menyanyikan lagu My Way, yaitu sebuah lagu Perancis yang diaransemen ulang dalam bahasa Inggris untuk Frank Sinatra.
Bersamaan dengan itu, Paris mengucapkan selamat tinggal kepada Olimpiade 2024 dan berpesan bahwa penting untuk menjaga semangat pertandingan olahraga di tengah dunia yang tidak pasti dan dilanda konflik.
“Humanity is beautiful when it comes together,” kata Direktur Teater dan Opera Thomas Jolly di tengah perayaan tentang “rasa hormat dan toleransi” di tengah dunia yang rapuh tersebut.
Ia juga menyebut kesempatan Olimpiade adalah kesempatan yang unik untuk berbagi, berdamai, dan memperbaiki.
Baca Juga: Dari Paris ke LA: Tom Cruise Beri Sentuhan Hollywood Saat Serah Terima Bendera Olimpiade ke LA
Upacara penutupan yang diadakan menjelang matahari terbenam ini turut menampilkan penyanyi muda Zaho de Sagazan. Di bawah ballon-cauldron yang dapat naik ke langit setiap matahari terbenam, ia menyanyikan syair klasik tahun 1950-an.
Di bawah ballon-cauldron tersebut, terdapat cincin api yang terbuat dari listrik dan lampu sorot LED sehingga memberikan kesan terbakar.
Momen dramatis dimunculkan ketika perenang Perancis, sekaligus peraih medali emas, Léon Marchand, datang setelah penampilan Zaho de Sagazan untuk mengusir dan memadamkan api.
Paris ingin Olimpiade yang diselenggarakannya menjadi pesta besar di udara, sehingga mereka menampilkan pendaratan seorang pengembara emas dari langit yang diperankan oleh penari Perancis, Arthur Cadre, dikelilingi ratusan penari lainnya, sementara para atlet berdiri di sekitar panggung menyaksikan.
Di tengah-tengah para atlet yang menikmati pertunjukan tersebut dan bergegas ke panggung, band electro-pop Perancis, Phoenix, memulai rangkaian musik yang menampilkan penyanyi Belgia, Angèle, dan rapper Kamboja, VannDa.
Pada akhir rangkaian, bintang Hollywood, Tom Cruise, melakukan abseiling dan kabur membawa bendera Olimpiade menggunakan sepeda motor.
Hal ini memberikan kesan kuat khas Hollywood yang menunjukkan Olimpiade selanjutnya akan digelar di Los Angeles sebagai tuan rumah pada 2028.
Bendera Olimpiade diserahkan kepada Wali Kota Los Angeles, Karen Bass, yang tampil di panggung bersama pesenam Amerika Serikat sekaligus peraih medali emas dalam Olimpiade ini, Simone Biles.
Baca Juga: Inilah Hadiah yang Diterima Atlet di Olimpiade Paris 2024 saat Raih Medali
Karen Bass juga merupakan wali kota perempuan kulit hitam pertama yang menerima bendera Olimpiade.
Dalam pidatonya di atas panggung, ia mengakui Prancis telah menetapkan standar yang tinggi sebagai tuan rumah Olimpiade dan kotanya pun akan menyanggupi menjadi penerusnya.
“Ini akan menjadi sebuah tantangan, namun ini akan menjadi tantangan yang dapat kita hadapi,” kata Bass dalam wawancara pers.
“Saya pikir Olimpiade kami akan benar-benar menunjukkan keragaman dan karakter internasional kota kami,” lanjutnya.
Baca Juga: Veddriq Leonardo, Atlet Panjat Tebing yang Mengubah Sejarah Indonesia di Olimpiade
Paris telah mengonsep Olimpiade 2024 dengan sentuhan artistik yang kuat. Dari mulai lapang badminton yang dicat dengan warna ungu bertiang pink, tempat bermain voli pantai di bawah Menara Eiffel, hingga memilih Chateau of Versailles sebagai acara berkuda karena pemandangannya yang indah.
Seluruh persembahan yang diberikan Paris dalam memeriahkan rangkaian Olimpiade 2024 mengupayakan dapat ditonton oleh banyak pihak secara bebas dengan mengikuti aturan yang berlaku.
Hal ini seolah membayar kekurangan Olimpiade 2020 yang diadakan di Tokyo tanpa banyak penonton karena diadakan di tengah suasana pandemi Covid-19.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: