INDOZONE.ID - Cuaca ekstrem yang melanda Amerika Serikat tak hanya mempengaruhi aktivitas masyarakat, tetapi juga mengganggu jalannya Piala Dunia Antarklub 2025.
Gelandang Chelsea, Enzo Fernandez, menjadi salah satu pemain yang secara terbuka menyampaikan kesulitan yang ia alami karena tidak biasa bermain di bawah suhu yang sangat panas.
Chelsea menjalani enam pertandingan menuju final Piala Dunia Antarklub, dengan tiga di antaranya berlangsung dalam kondisi cuaca yang sangat panas.
Suhu udara yang mencapai 38 derajat Celsius membuat para pemain kesulitan menunjukkan performa terbaik di lapangan.
Pemerintah Amerika Serikat bahkan sempat mengeluarkan imbauan kepada warga agar menghindari aktivitas berat di luar ruangan.
Baca juga: Enzo Maresca Sebut Penundaan 2 Jam Laga Chelsea vs Benfica di Piala Dunia Antarklub Sebagai Lelucon
Final turnamen akan digelar di Stadion MetLife, New Jersey, pada Senin, 14 Juli 2025 pukul 02.00 WIB, dengan lawan tangguh Paris Saint-Germain sudah menanti.
Lokasi final pun menjadi perhatian, karena turut mengalami peningkatan suhu dalam beberapa hari terakhir.
Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, mengatakan bahwa cuaca panas menyulitkan timnya dalam menjalankan sesi latihan seperti biasa.
Ia menilai kondisi ini jauh dari ideal, meskipun timnya tetap berhasil melangkah ke partai final dalam edisi turnamen yang telah diperluas formatnya tersebut.
Dalam wawancaranya, Enzo Fernandez mengungkapkan betapa sulitnya bertanding dalam cuaca panas ekstrem di Amerika Serikat. Ia secara jujur menyebut bahwa suhu yang sangat panas memengaruhi kondisi fisik pemain di lapangan.
“Sejujurnya, panasnya luar biasa. Beberapa hari lalu saya sampai berbaring di lapangan karena benar-benar merasa pusing,” ujar Fernandez.
“Bermain dalam suhu seperti ini sangat berbahaya, baik bagi pemain, penonton yang hadir di stadion, maupun mereka yang menyaksikan dari rumah.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters