INDOZONE.ID - Premier League resmi memberlakukan aturan baru musim ini, untuk menindak praktik curang di situasi bola mati.
Hal ini diambil untuk meningkatkan ketegasan wasit sekaligus mengurangi taktik “seni gelap” yang sering dipakai sejumlah tim, termasuk Arsenal, yang dikenal jago memanfaatkan momen tendangan bebas.
Mulai musim ini, wasit akan lebih ketat mengawasi pelanggaran yang terjadi di kotak penalti saat tendangan sudut atau situasi bola mati lainnya.
Baca juga: Cetak Brace Indah via Tendangan Bebas ke Gawang Real Madrid, Declan Rice Langsung Sesumbar
Perhatian khusus akan diberikan pada pemain yang sengaja menahan atau memeluk lawan dengan kedua lengan, menghalangi pergerakan, atau fokus mengganggu lawan daripada merebut bola.
Jika tindakan tersebut menghambat pergerakan penyerang, pelanggaran akan langsung diberikan. Tak hanya itu, keputusan penalti nantinya tetap akan melewati pengecekan VAR untuk memastikan tidak ada kesalahan yang jelas.
Aturan ini muncul setelah musim lalu terjadi beberapa insiden kontroversial yang menimbulkan protes dari banyak klub papan atas.
Mereka menilai wasit terlalu longgar dalam menindak pelanggaran seperti ini, sehingga perlu adanya ketegasan.
Baca juga: MU Dibantai Bournemouth 3-0, Ruben Amorim Soroti Masalah Bola Mati dan Ketenangan Pemain
Pemain kini sudah mendapat peringatan untuk bersiap dengan perubahan ini.
Musim lalu, Arsenal di bawah arahan pelatih spesialis bola mati, Nicolas Jover, menjadi salah satu tim yang paling efektif memanfaatkan situasi bola mati, termasuk dengan taktik penghalangan lawan yang kini akan lebih diawasi.
Selain pelanggaran bola mati, wasit juga akan lebih tegas menindak aksi simulasi atau pura-pura jatuh. Premier League pun akan menerapkan kebijakan “hanya kapten” untuk mengurangi kerumunan pemain yang memprotes keputusan wasit.
Artinya, hanya kapten yang boleh berbicara langsung dengan wasit. Jika kapten adalah kiper, satu pemain lapangan akan ditunjuk sebagai wakil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Daily Mail UK