INDOZONE.ID - Pembalap andalan Mercedes asal Inggris, George Russell, musim ini lagi on fire dan bisa dibilang menjadi salah satu pembalap dengan performa terbaik. Tapi, anehnya kontrak barunya di tim Mercedes malah masih digantung begitu saja.
Komentator legendaris F1, Martin Brundle, melihat adanya perbedaan mood Russell akhir-akhir ini. Menurut Brundle, pembalap 27 tahun itu sedang "sakit hati" dan tidak bahagia karena drama yang diciptakan oleh timnya sendiri. Kok bisa?
Secara teknis, masa depan George Russell dan rekan setimnya, Andrea Kimi Antonelli, bersama Silver Arrows masih abu-abu. Kontrak keduanya akan habis di akhir musim 2025, tapi sampai detik ini belum ada kejelasan terkait perpanjangan.
Baca juga: Sikap Kepemimpinan George Russell di Mercedes Tak Diragukan, tapi Hadapi Momen Berat di F1 Musim Ini
Padahal, tim prinsipal Mercedes, Toto Wolff, sudah berkali-kali mengatakan bahwa perpanjangan kontrak mereka hanya "formalitas" dan keduanya hampir pasti akan bertahan. Namun, tindakan Mercedes justru menunjukkan hal sebaliknya. Penundaan ini jelas membuat banyak orang bertanya-tanya, terutama karena Russell sedang tampil di puncak permainannya.
Di sinilah akar masalahnya. Selama berbulan-bulan, Toto Wolff secara terbuka menunjukkan ketertarikannya untuk merekrut sang rival, Max Verstappen dari Red Bull. Meskipun Verstappen sudah mengonfirmasi pada bulan Agustus lalu bahwa ia akan tetap di Red Bull pada 2026, rumor ini terlanjur menyebar dan tampaknya meninggalkan luka.
Martin Brundle, dengan pengalamannya yang tajam, menangkap sinyal ini. Ia melihat Russell merasa kurang dihargai oleh tim yang sudah dibelanya.
"Gampang banget kelihatan kalau George Russell merasa 'sakit hati' gara-gara semua omongan soal Max Verstappen selama musim panas," kata Brundle menjelang Grand Prix Italia, dikutip dari Crash.net.
Menurutnya, Russell merasa terluka karena meskipun ia sudah memberikan segalanya dan tampil maksimal, timnya masih saja "melirik" pembalap lain secara terang-terangan.
Brundle bahkan mengkritik cara Mercedes menangani situasi ini. Ia merasa tim Silver Arrows malah menciptakan masalah yang seharusnya tidak ada.
"Kalau saya (jadi bos tim), saya akan merekrutnya. Saya sudah akan meneken kontrak George (Russell) sejak lama, karena dia sedang tidak bahagia, kan?" ujar Brundle.
Ia membandingkan situasi panas di Mercedes dengan suasana yang "tenang dan adem" di tim lain seperti McLaren, yang sudah mengamankan susunan pembalapnya tanpa drama. Penundaan ini kemungkinan besar terjadi karena Mercedes ingin menjaga opsi mereka tetap terbuka untuk jangka panjang (setelah musim 2026), sementara Russell tentu menginginkan komitmen dan jaminan masa depan dari timnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Crash.net