Pelatih PSM Makssar, Bernardo Tavares. (Z Creators/Husnil)
INDOZONE.ID - Mantan pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, kembali menjadi sorotan publik sepak bola Tanah Air. Baru beberapa hari meninggalkan klub berjuluk Juku Eja itu, nama Tavares disebut-sebut masuk dalam radar salah satu tim nasional yang tengah mencari pelatih kepala.
Keputusan Tavares mundur dari PSM diumumkan pada awal Oktober 2025. Padahal, kontraknya dengan klub asal Makassar tersebut masih berlaku hingga tahun depan. Ia memilih hengkang karena sejumlah persoalan internal yang belum terselesaikan, termasuk masalah finansial.
Baca juga: PSM Makassar Tunjuk Ahmad Amiruddin Jadi Carateker Gantikan Bernardo Tavares
Agen Tavares, Azmi Ponti, mengungkapkan bahwa setelah pengunduran diri tersebut, berbagai tawaran datang dari dalam maupun luar negeri. “Beberapa klub besar sudah menghubungi kami, bahkan ada yang dari level tim nasional. Sekarang kami sedang mempertimbangkannya dengan matang,” ujarnya, Selasa (7/10/2025).
Meski tidak menyebut negara mana yang menawarkan posisi tersebut, Azmi menyiratkan bahwa peluang untuk kembali melatih di Indonesia masih terbuka lebar. Sejumlah klub di Liga 1 dikabarkan juga tertarik menggunakan jasa pelatih asal Portugal itu.
Bernardo Tavares resmi meninggalkan kursi pelatih PSM Makassar. (sumber: Media Officer PSM Makassar)
Salah satu klub yang dikaitkan dengan Tavares adalah Semen Padang FC, yang baru saja berpisah dengan pelatih Eduardo Almeida. Namun, Azmi menegaskan bahwa pihaknya belum mengambil keputusan apa pun. “Beliau masih ingin istirahat sejenak bersama keluarga, sambil menimbang arah karier berikutnya,” tambahnya.
Di sisi lain, PSM Makassar kini tengah berupaya menata ulang skuad setelah ditinggal Tavares. Manajemen klub menunjuk Ahmad Amiruddin sebagai pelatih sementara untuk memimpin tim dalam latihan rutin dan menghadapi jadwal kompetisi mendatang.
Baca juga: Bernardo Tavares Mundur dari Kursi Pelatih PSM Makassar
Tavares sendiri meninggalkan jejak prestasi besar selama menukangi PSM. Ia membawa klub tersebut menjadi juara Liga 1 musim 2022/2023, sekaligus mengembalikan kejayaan tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan itu di kancah nasional.
Kini, publik menantikan langkah selanjutnya dari pelatih berusia 43 tahun tersebut, apakah kembali berkarier di Liga Indonesia, mencoba tantangan baru di luar negeri, atau benar-benar menerima tawaran untuk membesut tim nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan