Florian Wirtz saat bermain di Liverpool. (REUTERS/Phil Noble)
INDOZONE.ID - Dietmar Hamann memberikan peringatan keras kepada Florian Wirtz. Menurut Legenda Liverpool tersebut, waktu Wirtz kian menipis untuk membuktikan diri di Anfield.
Wirtz datang ke Liverpool pada bursa transfer musim panas, usai didatangkan dari Bayer Leverkusen dengan biaya sekitar £116 juta.
Statusnya sebagai salah satu rekrutan termahal Liverpool membuat ekspektasi tinggi mengarah kepada Wirtz.
Baca juga: Arne Slot Minta Fans Liverpool Sabar Jika Florian Wirtz Belum Berhasil Cetak Gol dan Assist
Namun hingga kini, pemain berusia 22 tahun tersebut masih kesulitan memberikan kontribusi berupa gol ataupun assist di Premier League.
Adaptasi yang tidak berjalan mulus dengan intensitas Premier League membuat performanya bahan kritikan para pengamat.
Situasi Liverpool yang sedang terpuruk di bawah Arne Slot, dengan sembilan kekalahan dalam 12 laga terakhir di semua kompetisi, ikut memperburuk keadaan.
Legenda Liverpool, Dietmar Hamann. (Dok. Liverpool FC)
Hamann yang bermain untuk Liverpool pada periode 1999 hingga 2006, menilai Wirtz sebenarnya sudah diberi banyak kesempatan untuk menunjukkan kualitasnya.
“Florian Wirtz punya banyak waktu untuk tampil. Selama enam sampai delapan minggu terakhir, ketika Liverpool tidak benar-benar bermain baik sejak awal musim, ia tetap mendapat menit bermain,” ujar Hamann.
Baca juga: Steven Gerrard Desak Arne Slot Cari Solusi untuk Hentikan Kekalahan Beruntun Liverpool
“Melawan Bournemouth, Newcastle, dan Burnley, Liverpool memang menang, tapi mungkin tidak layak menang. Wirtz bermain di semua laga itu. Selama tiga bulan terakhir, ia sudah punya peluang,” tambahnya.
Hamann mempertanyakan alasan untuk percaya, Wirtz bisa bangkit sekarang, terutama saat tim berada dalam kondisi yang ia sebut kacau.
Kondisi ruang ganti Liverpool yang kini, mengkhawatirkan membuat pemain baru lebih sulit menemukan ritme permainan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Daily Mail UK