Andrea Kimi Antonelli (Instagram/@kimi.antonelli)
INDOZONE.ID - Sisi gelap media sosial kembali menodai sportivitas di ajang Formula 1 (F1). Kali ini, korbannya adalah wonderkid sekaligus pembalap rookie tim Mercedes, Kimi Antonelli.
Pembalap muda yang digadang-gadang sebagai bintang masa depan ini harus menghadapi gelombang kebencian yang tidak masuk akal pasca-Grand Prix Qatar pada akhir pekan lalu.
Situasi tersebut menjadi sangat serius hingga Federasi Otomotif Internasional (FIA) merasa perlu turun tangan secara langsung untuk melindungi kesehatan mental dan keselamatan sang pembalap.
Insiden bermula dari sebuah momen di lintasan balap yang sebenarnya sangat lumrah terjadi.
Baca juga: Diogo Dalot Bangga Bisa Capai 150 Pertandingan Premier League Bersama Manchester United
Antonelli, yang sedang berjuang mempertahankan posisinya di P4, mengalami oversteer alias kehilangan kendali pada bagian belakang mobilnya.
Kesalahan teknis ini membuka celah lebar bagi Lando Norris untuk menyalipnya dengan mudah.
Namun, apa yang terjadi di lintasan ternyata diterjemahkan berbeda oleh narasi konspirasi di luar trek.
Api kemarahan netizen yang terjadi ternyata tidak muncul begitu saja.
Gelombang hujatan ini disinyalir kuat dipicu oleh komentar kontroversial dari penasihat Red Bull Racing, Helmut Marko.
Dengan gaya bicaranya yang seringkali blak-blakan dan terkesan "nyelekit", Marko menuding bahwa kesalahan Antonelli bukanlah ketidaksengajaan.
Baca juga: Carlos Baleba Dinilai Terlalu Mahal dan Belum Tentu Cocok di Manchester United
Ia melemparkan tuduhan serius bahwa Antonelli "sengaja" memberikan jalan kepada Lando Norris untuk memuluskan langkah pembalap McLaren tersebut menjadi juara dunia, sekaligus menjegal Max Verstappen, yang saat itu memenangkan balapan, dalam perebutan gelar juara dunia musim ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan