Pelatih Liverpool, Arne Slot. (Reuters/Matthew Childs)
INDOZONE.ID - Manajer Liverpool, Arne Slot, menilai faktor kelelahan pemain sebagai penyebab utama kekalahan timnya dari Bournemouth pada lanjutan Premier League.
Bertandang ke Vitality Stadium, Liverpool harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2-3 setelah kebobolan gol dramatis pada menit ke-95, Sabtu (24/1/2026).
Hasil ini menjadi pukulan lain bagi Liverpool yang tengah berupaya keluar dari tren negatif. Meski sempat menunjukkan mental bangkit usai tertinggal dua gol, upaya mereka tetap berakhir tanpa poin.
Baca juga: Steven Gerrard Minta Arne Slot Tidak Ngeluh Soal Kelemahan Liverpool
Liverpool sebenarnya bermain lebih agresif di babak kedua. Setelah tertinggal 0-2, mereka berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Dominik Szoboszlai pada menit ke-80.
Momentum tersebut membuat pertandingan berjalan terbuka dengan kedua tim saling melancarkan serangan.
Namun, alih-alih mengamankan setidaknya satu poin, Liverpool justru kembali lengah di menit-menit akhir.
Bournemouth memanfaatkan situasi tendangan bebas jarak jauh yang berujung pada gol penentu kemenangan di masa tambahan waktu.
“Kedua tim sama-sama ingin mencetak gol, tetapi mereka memiliki peluang yang lebih baik dalam 10 menit terakhir,” ujar Slot usai laga.
Slot tidak menampik bahwa kondisi fisik pemainnya menjadi masalah serius. Ia menyoroti minimnya opsi rotasi yang membuat sejumlah pemain harus terus tampil dalam intensitas tinggi sepanjang beberapa laga terakhir.
“Dalam lima hingga sepuluh pertandingan terakhir, kami harus memainkan pemain yang sama karena keterbatasan pilihan."
Baca juga: Arne Slot Yakin Florian Wirtz Akan Mencetak Lebih Banyak Gol Bersama Liverpool
"Pada akhirnya, kelelahan itu terlihat jelas, terutama di akhir pertandingan,” kata Slot kepada media Inggris.
Situasi ini dinilai memengaruhi konsentrasi dan ketahanan Liverpool, khususnya saat menghadapi tekanan di menit-menit krusial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Daily Mail UK