INDOZONE.ID - Sebuah inisiatif unik lahir di tengah upaya pemulihan pasca-konflik di Gaza.
Induk sepak bola dunia, FIFA, secara resmi menggandeng 'Board of Peace' (Dewan Perdamaian) yang dibentuk oleh Presiden AS Donald Trump untuk menarik investasi dan membangun kembali wilayah yang terdampak konflik melalui kekuatan sepak bola.
Kerja sama ini diumumkan pada Kamis (20/2/2026) dan langsung menandai proyek konkret pertamanya: rekonstruksi Gaza.
Fokus awal dari kemitraan ini adalah pendanaan rekonstruksi Gaza, yang direncanakan berjalan setelah kelompok Hamas melucuti senjatanya.
Baca juga: 5 Soundtrack Piala Dunia Terbaik, Paling Ikonik, dan Bikin Nostalgia
Namun, jalan menuju terwujudnya proyek ini diprediksi tidak mulus.
Tantangan besar seperti proses perlucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel, besaran dana rekonstruksi, dan aliran bantuan kemanusiaan akan menjadi ujian utama efektivitas dewan tersebut dalam beberapa bulan ke depan.
Meski penuh tantangan, FIFA telah memaparkan rencana pembangunan infrastruktur sepak bola yang ambisius untuk Gaza. Proyek yang akan didanai ini meliputi:
Baca juga: Taylor Swift Dukung Team USA di Olimpiade Musim Dingin 2026, Trio “Blade Angels” Jadi Sorotan Dunia
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan bahwa kemitraan ini dirancang untuk memberikan dampak nyata di setiap tahap pemulihan.
"Bersama dengan dukungan Board of Peace, FIFA akan mendorong kemitraan ini yang dibangun untuk memberikan dampak di setiap tahap," ujarnya dalam sebuah pernyataan.
Program ini tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik.
FIFA menekankan bahwa inisiatif ini juga akan berfokus pada penciptaan lapangan kerja, mendorong partisipasi kaum muda, menyelenggarakan liga terorganisir untuk anak laki-laki dan perempuan, serta merangsang kegiatan komersial lokal.
Baca juga: Jesus Casas Buka Suara soal Intervensi dari Federasi Selama Tangani Timnas Irak
Dengan kata lain, sepak bola diharapkan menjadi katalis untuk pemulihan sosial dan ekonomi yang lebih luas di Gaza.
Donald Trump sendiri mengumumkan bahwa FIFA akan menggalang dana sebesar $75 juta (lebih dari Rp1,2 triliun) khusus untuk proyek-proyek terkait sepak bola di wilayah tersebut.
Langkah ini menjadi sorotan dunia, mencoba memadukan diplomasi olahraga dengan upaya rekonstruksi di salah satu kawasan paling kompleks di dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters