Ilustrasi berlari. (Freepik/only_kim)
INDOZONE.ID - Bagi seorang atlet, khususnya dari cabang olahraga atletik, latihan kecepatan sangatlah penting. Latihan ini membantu atlet mencapai potensi kecepatan maksimalnya.
Latihan kecepatan lebih fokus pada otot bagian bawah seperti paha, betis, dan pinggul. Otot-otot inilah yang berperan besar dalam menghasilkan dorongan, akselerasi, serta ledakan tenaga saat berlari atau bergerak cepat.
Salah satu bentuk latihan kecepatan yang paling umum adalah sprint, yakni berlari dalam jarak pendek secepat mungkin. Karena tubuh tidak mampu menampung oksigen dengan cukup cepat saat sprint, latihan ini termasuk latihan anaerobik.
Baca juga: Istilah-Istilah Renang dan Artinya yang Sering Digunakan Saat Latihan
Latihan kecepatan adalah bentuk latihan fisik yang bertujuan meningkatkan kemampuan menggerakkan tubuh dari satu posisi ke posisi lain dengan cepat dan singkat.
Dalam kebugaran jasmani, kecepatan terbagi menjadi yaitu kecepatan lari (sprint speed), kecepatan reaksi (reaction speed) dan kecepatan perubahan arah (agility speed).
Latihan kecepatan sangat penting karena berkaitan dengan kemampuan akselerasi, reaksi terhadap situasi, hingga efisiensi gerakan tubuh.
Ilustrasi latihan kecepatan. (Freepik/Rawf8.com)
Ada banyak jenis latihan kecepatan yang bisa kamu coba. . Beberapa fokus pada lari cepat, sementara yang lain membantu memperkuat otot penunjang agar performa makin maksimal.
Salah satu bentuk lari paling populer adalah sprint atau lari jarak pendek. Sprint bisa jadi pilihan tepat khususnya buat kamu yang tak punya waktu banyak untuk berolahraga.
Latihan ini berlangsung singkat namun intens, biasanya sekitar 30 detik hingga 1 menit.
Latihan ini membutuhkan effort lebih sekaligus menantang karena harus berlari melewati tanjakan. Jika mager melakukannya di luar ruangan, kamu bisa mencoba di treadmill dengan incline.
Lakukan sprint menanjak dengan kecepatan maksimal selama 10–20 detik. Setelah itu, ambil jeda istirahat sampai detak jantung sedikit turun sebelum mengulang lagi.
Lari interval mirip dengan konsep HIIT (High Intensity Interval Training) yang dilakukan dengan kerja keras dalam waktu singkat, istirahat, lalu ulangi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Issaonline, Aqua