Timnas Maroko sebelum bertanding. (REUTERS/Siphiwe Sibeko)
INDOZONE.ID - Maroko menyatakan bahwa polemik perebutan gelar Piala Afrika (AFCON) telah selesai. Pernyataan ini disampaikan meskipun Senegal masih membawa kasus tersebut ke jalur hukum setelah Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) mencabut gelar juara mereka.
Meski Maroko kalah 0-1 di final pada Januari lalu, CAF kemudian memutuskan kemenangan untuk Maroko dengan skor 3-0. Keputusan itu diambil setelah sejumlah pemain Senegal meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes atas penalti yang diberikan kepada Maroko.
Dalam laga persahabatan melawan Ekuador di Madrid, Jumat (27/3), Maroko bermain imbang 1-1. Pertandingan ini menjadi yang pertama sejak final kontroversial tersebut dan keputusan sanksi terhadap Senegal.
Kiper Maroko, Yassine Bounou, menegaskan bahwa timnya tidak ingin larut dalam polemik tersebut.
“Kami fokus pada apa yang akan datang dan tidak terlibat dalam hal itu. Jawaban kami soal apakah keputusan itu adil adalah apa yang disampaikan federasi kami, dan hanya itu. Kami memilih melihat ke depan,” ujar Bounou kepada wartawan.
Baca juga: Gelar AFCON Dicabut, Senegal Resmi Banding ke CAS
Ribuan pendukung Maroko yang hadir di stadion di Madrid menunjukkan keyakinan bahwa keputusan CAF sudah tepat. Mereka tampak mengenakan atribut tim nasional serta membawa bendera Maroko.
“Jika ada aturan, maka harus diikuti,” ujar Yassine el-Aouak, suporter Maroko yang datang dari Italia.
Pendukung lainnya, Taha El Hadiguy, juga menyampaikan hal serupa.
“Aturan tetaplah aturan. Jika Anda meninggalkan lapangan tanpa alasan yang sah, maka konsekuensinya adalah kalah 3-0,” ujarnya.
Meski begitu, ia mengakui bahwa kemenangan yang didapat setelah final terasa berbeda.
“Tentu rasanya tidak sama dengan menang langsung di malam final. Tapi kemenangan tetaplah kemenangan. Sekarang kami punya satu bintang tambahan di jersey,” tambahnya.
Baca juga: Maroko Gagal Juara AFCON Gara-Gara Tendangan Panenka, Apa Itu?
Media Maroko saat ini lebih banyak menyoroti persiapan menuju Piala Dunia serta pendekatan taktik pelatih baru, Mohamed Ouahbi, dibanding memperdebatkan hasil final AFCON.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Aljazeera.com