Ruangan VAR di Piala Dunia Rusia 2018. (dok. FIFA)
INDOZONE.ID - Sepak bola modern bukan lagi sekadar 22 pemain mengejar bola di atas rumput hijau. Di balik layar, stadion telah berubah menjadi laboratorium raksasa di mana setiap milimeter pergerakan dipantau oleh algoritma.
Dari sensor di dalam bola hingga kecerdasan buatan (AI) yang mendeteksi offside, teknologi telah mengubah drama lapangan menjadi barisan data 3D yang akurat.
Berikut adalah evolusi teknologi yang telah merevolusi wajah sepak bola dunia:
Baca juga: Teknologi VAR: Menyempurnakan Sepak Bola atau Mengacaukan Suasana?
Ilustrasi bola dalam permainan sepak bola. (REUTERS/Radovan Stoklasa)
Dahulu, perdebatan apakah bola sudah melewati garis gawang bisa berlangsung selamanya. Kini, bola resmi turnamen besar telah dilengkapi dengan Connected Ball Technology.
Sebuah sensor Inertial Measurement Unit (IMU) diletakkan di pusat gravitasi bola. Sensor ini mengirimkan data posisi dan gerakan 500 kali per detik ke pusat data.
Teknologi ini berfungsi untuk mendeteksi titik sentuh (kick point) dengan akurasi ekstrem, sangat krusial untuk membantu keputusan offside dan mendeteksi sentuhan tangan (handball) yang halus sekalipun.
VAR adalah revolusi pertama yang paling terasa bagi penonton. Ini adalah sistem yang memungkinkan wasit meninjau kembali kejadian penting melalui rekaman video dari berbagai sudut kamera.
Empat pilar yang diputuskan oleh VAR ialah gol/tidak gol, keputusan penalti, kartu merah langsung, dan kesalahan identifikasi pemain.
Akan tetapi seiring waktu, komunikasi antara wasit lapangan dan ruang VAR menjadi lebih cepat berkat integrasi serat optik berkecepatan tinggi.
Baca juga: 5 Aturan Baru di Euro 2024 dan Inovasi Teknologi yang Diterapkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: FIFA