Ilustrasi seni bela diri khusus militer. (Dok. Gemini Ai)
INDOZONE.ID - Di dunia seni bela diri, ada garis tegas yang memisahkan antara "olahraga" dan "kelangsungan hidup".
Jika ring MMA adalah tempat bagi para atlet menguji teknik dalam koridor aturan, maka sistem pertarungan militer adalah tempat di mana aturan tidak pernah ada.
Artikel ini akan membedah sisi gelap dan brutal dari sistem bela diri yang dirancang murni untuk menghancurkan lawan secepat mungkin di medan perang.
Baca juga: Jenis-Jenis Bela Diri di Dunia dari Tradisional, Modern hingga Campuran
Lahir dari kebutuhan mendesak Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Krav Maga bukanlah sebuah seni, melainkan sistem pertahanan diri taktis.
Krav Maga mengajarkan serangan ke titik paling lemah manusia secara simultan: mata, tenggorokan, dan selangkangan.
Krav Maga dilarang ditandingkan di ring,karena target utamanya adalah area yang dalam olahraga disebut "pelanggaran berat". Krav Maga menggunakan serangan lutut ke alat vital atau colokan mata sebagai pembuka serangan.
Baca juga: Mengulik Pencak Silat Beserta Alirannya, Olahraga Bela Diri yang Sudah Jadi Warisan Budaya Indonesia
Digunakan oleh pasukan elit Rusia, Spetsnaz, Systema sering kali terlihat menipu karena gerakannya yang tampak rileks dan lambat.
Fokus pada kontrol napas dan pemahaman titik saraf jadi teknik rahasia Systema. Systema tidak menggunakan kekuatan otot, melainkan momentum lawan untuk menghancurkan persendian atau memberikan pukulan yang getarannya merusak organ dalam.
Systema dilarang ditandingkan di ring lantaran teknik kuncian seni bela diri ini dirancang untuk langsung mematahkan tulang belakang atau leher, bukan untuk membuat lawan menyerah (tap out).
Sebelum menjadi olahraga populer, Muay Thai adalah Muay Boran seni perang kuno prajurit Siam untuk menghadapi musuh bersenjata di medan tempur.
Menggunakan sembilan senjata tubuh (Nawarthawut), termasuk puncak kepala. Tekniknya melibatkan serangan siku ke tempurung kepala yang bisa menyebabkan fraktur tengkorak seketika.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan