Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 26 APRIL 2026 • 09:47 WIB

Pacuan Kuda Gayo Batal Digelar Pemkab, Komunitas Kuda Gayo Siap Gelar Pacuan Mandiri

Pacuan Kuda Gayo Batal Digelar Pemkab, Komunitas Kuda Gayo Siap Gelar Pacuan MandiriPemilik kuda ambil alih untuk selenggarakan event pacuan kuda tradisional Gayo. (Instagram/@PacuKude)

INDOZONE.ID - Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah secara resmi memutuskan untuk membatalkan seluruh rangkaian kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Takengon ke-449 tahun 2026, termasuk atraksi budaya Pacuan Kuda Gayo yang sedianya digelar di Lapangan Blang Bebangka.

Keputusan ini diambil setelah melalui proses musyawarah dan public hearing yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata Aceh Tengah, Erwin Pratama, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan, mengingat daerah tersebut masih dalam tahap pemulihan intensif pascabencana hidrometeorologi.

“Setelah diskusi mendalam, kami memutuskan pacuan kuda dibatalkan agar fokus pemerintah tetap pada penanganan pascabencana dan pemulihan ekonomi warga,” ujar Erwin.

Baca juga: Berhadiah Miliaran Rupiah, SARGA.CO Siapkan 10 Kejuaraan untuk Tingkatkan Ekosistem Pacuan Kuda

Meski pemerintah telah menarik diri, semangat para pecinta kuda di Dataran Tinggi Gayo tidak surut.

Menanggapi pembatalan tersebut, sejumlah pemilik kuda dan peternak dikabarkan berencana mengambil alih penyelenggaraan acara secara mandiri.

Pacuan Kuda Gayo Batal Digelar Pemkab, Komunitas Kuda Gayo Siap Gelar Pacuan MandiriPacuan kuda tradisional Gayo. (Instagram/@PacuKude)

Rencananya, kegiatan ini akan digelar pada 8–14 Juni 2026 dengan format yang lebih sederhana dan berbasis swadaya, ujar Aldi Yoga, salah satu penyelenggara acara tersebut.

Selain untuk melestarikan tradisi, ajang mandiri ini juga diwacanakan sebagai wadah penggalangan donasi untuk membantu warga yang terdampak bencana.

Baca juga: Serunya Jateng Derbi Pacuan Kuda Tingkat Nasional, Diikuti Lebih dari 200 Peserta dari Seluruh Indonesia

Para pemilik kuda sebelumnya sempat mendesak kepastian jadwal karena menyangkut persiapan fisik kuda dan biaya perawatan yang tidak sedikit.

Dengan adanya pembatalan resmi dari Pemkab, komunitas kuda kini berupaya mencari jalan tengah agar derap kaki kuda tetap bisa terdengar di Aceh Tengah tanpa mengabaikan kondisi sosial masyarakat yang sedang berduka, pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Rilis

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pacuan Kuda Gayo Batal Digelar Pemkab, Komunitas Kuda Gayo Siap Gelar Pacuan Mandiri

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!