Ilustrasi hak siar klub-klub sepak bola Eropa. (Dok. Gemini Ai)
INDOZONE.ID - Sepak bola bukan lagi sekadar 22 orang mengejar bola di lapangan hijau, melainkan sebuah komoditas hiburan premium global dengan nilai kapitalisasi pasar yang menembus angka USD 14,23 miliar (sekitar Rp231 triliun) pada tahun 2026.
Di tengah gemuruh stadion, terdapat pertempuran lain yang jauh lebih sengit: perebutan kue hak siar televisi (broadcasting rights).
Bagi klub elite, hak siar adalah "napas" finansial utama. Pada musim 2024/25, total pendapatan dari hak siar klub-klub papan atas dunia mencapai rekor baru sebesar €4,7 miliar.
Baca juga: Legalitas Nobar Piala Dunia 2026: Panduan Hak Siar dan Cara Menghindari Denda Miliaran Rupiah!
Berdasarkan data Deloitte Football Money League 2026, klub-klub raksasa Eropa masih mendominasi perolehan pendapatan total, di mana hak siar menjadi kontributor signifikan:
Baca juga: Mulai Musim 2024/2025, UEFA Raup Peningkatan Keuntungan dari Hak Siar hingga 40%!
Harga hak siar tidak ditentukan oleh performa di lapangan saja, melainkan oleh magnet komersial klub tersebut:
Liga Inggris (Premier League), misalnya, kini memiliki hak siar internasional senilai £6,5 miliar (USD 8,74 miliar) yang untuk pertama kalinya melampaui nilai hak siar domestik di Inggris sendiri.
Hal ini terjadi karena fans di Amerika Serikat, Asia, dan Timur Tengah kini memiliki dampak ekonomi yang lebih besar dibanding penonton lokal.
Klub-klub elite kini tidak hanya mengandalkan siaran TV kabel, tetapi mulai merambah aset digital dan strategi keterlibatan fans yang canggih, yang diproyeksikan tumbuh 16,12% per tahun.
Broadcasting revenue tumbuh karena dua faktor utama: perluasan kompetisi dan skema distribusi.
Format baru Liga Champions UEFA meningkatkan dana distribusi menjadi €3,3 miliar. Selain itu, ekspansi FIFA Club World Cup memberikan tambahan pendapatan hak siar hingga 17% bagi klub yang berpartisipasi.
Di Inggris, 100% pendapatan hak siar internasional dibagi rata kepada 20 klub, namun "bonus prestasi" (merit payments) dan biaya fasilitas (facility fees) memastikan klub besar yang sering disiarkan tetap mendapat porsi paling besar.
La Liga (Spanyol) mengamankan kesepakatan USD 7,20 miliar untuk siklus hingga 2032. Sebaliknya, Serie A Italia justru mengalami penurunan nilai hak siar domestik sebesar 3%, menunjukkan bahwa hanya liga dengan manajemen komersial yang kuat yang mampu menjaga inflasi harga hak siar mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurosport